//riau1.com/

#top

Mulai dari Dibangunnya Jalan Lingkar Hingga Pengusiran 200 Pedagang dari Terminal AKAP Pekanbaru

R1/surya


Gerbang masuk ke Terminal Bandar Raya Payung Sekaki di Jalan Siak II. Foto: Surya/Riau1. Gerbang masuk ke Terminal Bandar Raya Payung Sekaki di Jalan Siak II. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Dinas PUPR Pekanbaru menargetkan pembanguan jalan lingkar luar sepanjang 48 Km rampung di 2020, korban virus Monkeypox belum ditemukan di Pekanbaru, Kasatpol PP Pekanbaru ancam segel pujasera yang tetap menjual minuman beralkohol di bulan Ramadan, menara pemantau terminal AKAP Pekanbaru tak bisa dimanfaatkan Pegawai Kemenhub, dan 200 pedagang harus keluar dari Terminal AKAP Pekanbaru. Inilah lima berita pilihan Riau1.com pekan ini.

1. Dinas PUPR Pekanbaru Targetkan Jalan Lingkar Luar Sepanjang 48 Km Rampung di 2020

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru sedang membangun jalan lingkar luar (outer ring road) sepanjang 48 kilometer (Km) saat ini. Proyek tahun jamak dari 2018 ini ditargetkan selesai pada 2020 mendatang. 

"Kami sudah merancang outer ring road. Ternyata, perencanaan tol di pusat itu juga sebagian menggunakan jalan outer ring road yang sedang kami bangun," kata Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution di rumah dinas wali kota, Senin (20/5/2019). 

Sehingga, jalang lingkar luar yang sedang dibangun Pemko Pekanbaru ini menjadi penyulang utama dari jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Tol Pekanbaru-Jambi, dan Tol Pekanbaru-Sumatera Barat. Titik bertemunya jalan lingkar luar Pekanbaru dengan tiga tol tersebut yaitu di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

2. Korban Virus Monkeypox Belum Ditemukan di Pekanbaru

Meski sempat heboh di negara Singapura, penyakit monkeypox sempat membuat khawatirkan wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Namun, penyakit cacar monyet ini belum ada didapati di Kota Pekanbaru, Riau.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Selasa (21/5/2019), mengatakan, penyebaran virus cacar monyet (monkeypox) sudah diisolasi di negara Singapura. Tindakan pencegahan juga dilakukan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Mereka memiliki alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner. Jika ada yang mencurigakan karena suhu tubuhnya tinggi, pasti sudah diantisipasi," ujarnya.



BACA JUGA : Mulai dari Melonjaknya Harga Cabai di Pekanbaru Hingga Anak Tukang Tambal Ban Lulus Seleksi Bintara Polri

3. Kasatpol PP Pekanbaru Ancam Segel Pujasera yang Tetap Jual Mikol di Bulan Ramadan

Sejumlah pusat jajanan serba ada (pujasera) yang menjual minuman beralkohol (mikol) diancam akan disegel petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru. Buktinya, salah satu pujasera sudah ditertibkan beberapa hari lalu.

Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono kepada Riau1.com, Rabu (22/5/2019), mengatakan, pujasera diharapkan tidak menjual mikol. Walaupun sebenarnya, penjualan mikol itu tidak dilarang.

"Tetap boleh (menjual mikol). Hanya saja, ini bulan Ramadan. Jangankan mikol, minum air putih saja tidak bagus di saat puasa di siang hari," ujarnya.

4. Menara Pemantau Terminal AKAP Pekanbaru Tak Bisa Dimanfaatkan Pegawai Kemenhub

Menara pemantau Terminal Banda Raya Payung Sekaki (BRPS) atau dikenal dengan sebutkan Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tak bisa dimanfaatkan saat. Pasalnya, menara dan terminal tak pernah digunakan sejak dibangun.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A BRPS Pekanbaru Henry Tambunan kepada Riau1.com, Kamis (23/5/2019), mengungkapkan, perlengkapan di menara itu sudah tidak bisa dipakai seperti kursi, meja, dan  mikrofon. Di samping itu, menara setinggi empat lantai ini tidak dilengkapi lift dan kamar kamar kecil.

"Jadi kalau petugas ingin ke kamar kecil, mereka harus turun dari menara pemantau. Mereka bisa kelelahan harus turun naik menara, apalagi di bulan puasa," ucap Henry.



BACA JUGA : Mulai dari Dinas PUPR Pekanbaru Potong Kanopi Ruko Hingga MBC Hotel Minta Dispensasi

5. 200 Pedagang Harus Keluar dari Terminal AKAP Pekanbaru Hari Ini

Sekitar 200 pedagang membongkar lapak dagangannya sendiri di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS), dikenal oleh warga Pekanbaru dengan Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Jumat (24/5/2019). Pemko Pekanbaru menyedikan lahan di luar area terminal sebagai lokasi baru.

Pantauan Riau1.com, beberapa pedagang terlihat tengah sibuk membongkar lapak mereka di Terminal Tipe C (angkutan kota). Sebaliknya, ratusan pedagang juga sibuk membangun lapak baru di luar pagar terminal.

Harahap (57), salah seorang pedagang cabai, mengatakan, para pedagang ini merupakan pindahan dari Jalan Nangka. Terminal ini ditempati sebagi lokasi berdagang sejak dua tahun lalu. Selama dua tahun itu, para pedagang dibiarkan berjualan di dalam terminal.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)