//riau1.com/

#siak

Di Pertemuan Anggota LTKL, Wabup Siak Pesan Alam Diolah tapi Jangan Dirusak

R1/wira


Saat pertemuan LKTL Saat pertemuan LKTL

RIAU1.COM - Wakil Bupati Siak, Husni Merza menghadiri pertemuan koordinasi dan perencanaan program 2022 Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), di Kantor Sekretariat LTKL, Jakarta.

Baca Juga: Pengurus Pramuka Siak pada Semua Tingkatan Diingatkan Amanah

Wakil Bupati Siak Husni Merza, didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono. Serta dihadiri oleh seluruh pengurus LTKL baik secara langsung maupun melalui virtual. 

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Gita Syahrani menjelaskan, bahwa pertemuan kali ini untuk meningkatkan sinergi dengan Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), 

"Selain itu, Agenda pertemuan kali ini adalah pembahasan 11 Update Progres LTKL dan rencana prioritas 2022, Update Progres Acara FKL 2021 Gorontalo dan Bone Bolango, serta Penetapan waktu pelaksanaan Rapat Umum Anggota LTKL tahun 2022", terang Gita. 

Sebagai Wakil Ketua Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Kabupaten Siak yang diwakili oleh Wakil Bupati Siak Husni Merza terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Siak Alfedri yang tidak bisa hadir. 

"Sebenarnya bapak Bupati Siak Alfedri ingin hadir, akan tetapi dengan adanya kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, maka saya yang mewakili untuk mengikuti Rapat Pengurus LTKL secara langsung", ucap Husni. 

Terkait dengan adanya LTKL ini, Pemerintah Kabupaten Siak sangat terbantu dalam menjaga serta melindungi alam dengan bersama-sama. Apalagi jumlah manusia terus bertambah, bagaimana alam tetap terus terjaga. 

"Disatu sisi kami ingin masyarakat khususnya Kabupaten Siak sejahtera, dan disisi lain kami juga ingin alam terjaga meskipun diolah, tapi jangan sampai merusak", pinta Wabup Siak. 

Oleh karena itu, kolaborasi multipihak khususnya dengan LTKL ini untuk bersama-sama menjaga alam dengan berbagai program yang telah dilaksanakan maupun direncanakan untuk kedepannya. 

Baca Juga: Angka Stunting Tahun 2024 Ditargetkan Pemkab Siak Turun Jadi 14 Persen

"Jika alam sudah rusak, maka dampak buruknya akan langsung dirasakan, dan juga kepada anak cucu kita kedepannya. Contoh seperti adanya membuka lahan dengan cara membakar hutan", ucap Husni Merza.*





Loading...
loading...