//riau1.com/

#politik

Cerita Sayuti Melik, Pengetik Teks Proklamasi yang Sering Keluar Masuk Bui

R1/azhar


Sayuti Melik (Foto: Istimewa/internet) Sayuti Melik (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Akibat tulisan-tulisannya yang mengkritik pemerintahaan kolonial Belanda, Sayuti Melik sempat beberapa kali keluar-masuk penjara.

Semua bermula sejak 1923 saat ia menulis di berbagai surat kabar seperti Islam Bergerak, Penggugah hingga Sinar Hindia dinukil dari historia.id, Senin, 30 Maret 2020.

www.jualbuy.com

Baca Juga: Babe Haikal Buat Polling Pilpres 2024, Belum 2 Jam Ini Hasilnya

Tulisan-tulisannya seringkali membuat pemerintah kolonial geram dan membuatnya selalu diawasi.

Hingga akhirnya, ia dibui untuk pertama kali saat berusia 16 tahun pada 1924 di Ambarawa atas tuduhan menghasut rakyat. 

Lalu pada 1926, ia kembali ditangkap dengan tuduhan terlibat pemberontakan 1926. Sayuti lalu dipenjara di Banyumas dan pada 1927 dibuang ke Boven Digul. Ia baru keluar dari Digul pada 1933.

Tak sampai disitu, Keluar dari Digul, Sayuti kembali ditahan karena tulisannya. Kali ini ulah polisi rahasia Inggris DSB (Detective Special Branch) di Singapura pada 1936. 

Selama satu tahun ia meringkuk dipenjara di  negeri singa. Ia keluar setelah diusir dari wilayah kolonial Inggris dan langsung maauk ke Penjara Gang Tengah (Salemba).

Baca Juga: Unyu-Unyu, Begini Penampakan Fadli Zon 30 Tahun Lalu

Di penjara inilah dia mengakui ada perasaan berbeda. Ia merasa bebas dari pikiran dan ketenangan karena tinggal sendirian di dalam sebuah sel. 

Waktunya dihabiskan untuk membaca buku-buku yang dipinjamnya dari penjara hingga ia menghirup udara bebas. 





Loading...
loading...