//riau1.com/

#pelalawan

Bupati Pelalawan Mengaku Kecolongan, Adanya Pembukaan Besar-besaran Toko Pakaian di Pangkalan Kerinci

R1/ogas


Pembukaan toko baju yang ramai dikujungi warga, luput dari pantauan aparat keamanan di Pangkalan kerinci/spiritriau Pembukaan toko baju yang ramai dikujungi warga, luput dari pantauan aparat keamanan di Pangkalan kerinci/spiritriau

RIAU1.COM -PELALAWAN-Bupati Pelalawan HM Harris mengaku, gugus tugas penanganan Covid 19 Kabupaten Pelalawan kecolongan, terkait adanya pembukaan atau grand opening toko Tanah Abang di Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci, Ahad (5/4) kemarin.

"Tim semua stand by di pos masing-masing, tapi memang awalnya tak terpantau. Apalagi dihari libur,"kata Bupati Pelalawan sekaligus ketua Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pelalawan, Senin 6 April 2020, saat konferensi pers di Posko Layanan Informasi dan Pengaduan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Pelalawan.
www.jualbuy.com

Baca Juga: Tagihan Listrik Naik Hingga 500 Persen Saat Usaha Tutup, Anggota DPRD Pelalawan Ini Buka Posko Pengaduan

Namun tambah Harris, begitu Gugus Tugas dari keamanan mengetahui hal tersebut, langsung menuju lokasi dan membubarkan kegiatan.

"Gugus tugas dari Polres langsung kelokasi dan membubarkan kegiatan tersebut,"jelas Harris. Ia juga meminta semua elemen masyarakat untuk tidak membuat acara keramaian.Harris memastikan tidak boleh lagi kecolongan seperti ini terulang lagi.

Diketahui, kemarin, toko pakaian Tanah Abang yang berada di Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci, melakukan pembukaan perdana. Pengunjung tumpah ruah, dari pagi hingga malam.
Baca Juga: Tokoh Masyarakat Batak Silahturahmi dengan Balon Bupati Husni Thamrin

Ramainya pengunjung ini disebabkan, diskon dan voucher yang diberikan toko ini kemasyarakat. Hingga malam, kedua lantai toko ini penuh dikunjungi warga.

Baru sekira pukul 21.00 wib, aparat kepolisian dari Polres Pelalawan mendatangi lokasi dan membubarkan kegiatan pembukaan tersebut. Ini yang disayangkan masyarakat. Padahal toko tersebut terletak ditengah kota, tetapi tidak terpantau oleh pihak berwajib.





Loading...
loading...