f Klaster Sekolah Abdurrab Pekanbaru Diduga Muncul dari Kegiatan Vaksinasi | RIAU1.COM
//riau1.com/

#pekanbaru

Klaster Sekolah Abdurrab Pekanbaru Diduga Muncul dari Kegiatan Vaksinasi

R1/surya


Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Foto: Surya/Riau1. Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Klaster SMP dan SMA Abdurrab Islamic School diduga muncul saat kegiatan vaksinasi massal pelajar dan guru beberapa hari sebelum 26 November 2021. Penyebaran semakin parah karena para pelajar tinggal di asrama sekolah tersebut. 

Wali Kota Pekanbaru Firdaus di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Jumat (3/12/2021), mengatakan, penanganan pelajar SMP dan SMA Abdurrab yang terjangkit virus corona sudah sangat baik. Hal itu terlihat saat peninjauan pada 30 November.

"Harapan saya (penyebaran Covid-19 bisa terkendali (di lingkungan sekolah itu). Kami tetap memberikan dukungan (agar pelajar cepat sembuh)," harapnya. 

www.jualbuy.com

Baca Juga: Progres Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Capai 40,2 Persen di Pekanbaru

Pengelola (Yayasan Abdurrab) harus serius dalam penerapan prokes. Namun peninjauan itu, rupanya pihak yayasan sangat disiplin dengan prokes. 

"Diduga, (penyebaran Covid-19) waktu itu (berawal saat) ada vaksinasi massal. Mungkin terkontak saat berbaur, apakah itu dengan guru atau lainnya. Pelajar yang berada di dalam asrama (terkontak)," ucap Firdaus. 

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru masih melacak sumber penyebaran virus corona di SMP dan SMA Abdurrab Islamic School di Jalan Bakti, Kecamatan Marpoyan Damai. Dugaan sementara, virus corona ditularkan oleh guru yang tinggal di luar asrama sekolah tersebut. 

Baca Juga: Masih Pandemi Covid-19, Pemko Pekanbaru Gencarkan Vaksinasi Anak

"Sampai kini, kami belum bisa menentukan sumber penyebaran virus corona di sekolah tersebut. Seluruh pelajar tinggal di asrama sekolah tersebut," kata Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy di Gedung Daerah Riau, Rabu (1/12/2021). 

Berdasarkan analisa, ada beberapa guru sekolah itu yang tinggal di luar asrama. Namun, Dinkes harus melacak kembali sumber penyebaran virus corona di sekolah tersebut.

"Hingga saat ini, pelajar dan guru yang positif mencapai 137 orang. Hal itu terungkap saat kami melakukan swab test ulang," ungkap Dokter Bob, sapaan akrabnya. 





Loading...
loading...