//riau1.com/

#pekanbaru

GAPKI Riau Dukung Pemda Cegah Karhutla di Musim Kemarau

R1/surya


Ketua GAPKI Riau Jatmiko K Santosa (batik dua dari kanan) menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi bersama Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol Kris Pramono, Ketua DPP APKASINDO Gulat Medali Emas Manurung, Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Ramlan, dan Pengawas Lingkungan Hidup Madya DLHK Riau Nelson Ketua GAPKI Riau Jatmiko K Santosa (batik dua dari kanan) menjadi narasumber di salah satu stasiun televisi bersama Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol Kris Pramono, Ketua DPP APKASINDO Gulat Medali Emas Manurung, Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Ramlan, dan Pengawas Lingkungan Hidup Madya DLHK Riau Nelson

RIAU1.COM -Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Riau berkomitmen untuk tetap zero fire case (tanpa kasus bakar). GAPKI juga mendukung penuh pemerintah setempat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bagian dari upaya mewujudkan langit Bumi Lancang Kuning tetap biru pada 2021 ini. 

"Tahun 2019 hingga saat ini, seluruh areal perkebunan sawit yang tergabung dalam GAPKI Riau berhasil nihil karhutla atau zero fire case. Untuk itu, kami bersama teman-teman GAPKI berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Provinsi Riau dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran," kata Ketua GAPKI Riau Jatmiko K Santosa, dalam keterangannya resminya di Pekanbaru, Rabu (3/3/2021). 

Dukungan tersebut diawali dengan menekankan kepada seluruh anggota asosiasi untuk terus melaksanakan perkebunan sawit secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pembukaan lahan tanpa bakar. 

Sejak resmi menakhodai GAPKI Riau pada Februari 2021 lalu, Jatmiko langsung mengingatkan kepada seluruh anggota asosiasi agar mewaspadai musim kering periode pertama. Sejatinya, GAPKI telah memiliki aturan ketat yang diwajibkan kepada seluruh anggota dengan mengharamkan pembersihan dan pembukaan lahan melalui cara bakar. 

"Kami sangat serius menangani ini (karhutla). Sejak saya resmi mendapatkan SK (surat keputusan) memimpin GAPKI, langkah pertama saya adalah mengingatkan kepada seluruh teman-teman agar fokus pada pencegahan di musim kemarau. Sebenarnya aturan ini sudah ada dan telah diterapkan, namun kami ingin mengingatkan kembali," ujar Jatmiko yang juga merupakan CEO PTPN V itu.

Baca Juga: Cabai Merah Bukittinggi Rp52.000 per Kg di Pekanbaru Hari Ini, Cabai Hijau Turun Jadi Rp28.000

Imbauan tersebut direspon positif oleh seluruh anggota asosiasi pengusaha perkebunan sawit. Ia mengatakan kinerja zero fire case sejak akan terus dipertahankan. 

"Insya Allah, kami akan ulangi lagi di tahun ini dan kedepannya," tegasnya. 

Selanjutnya, GAPKI Riau tidak hanya bertanggung jawab pada lahan konsesi masing-masing perusahaan, melainkan turut bertanggungjawab hingga jarak 5 kilometer dari areal konsesi. Hal tersebut sudah menjadi komitmen anggota GAPKI Riau untuk menjaga lahan di sekitar areal perusahaan agar terbebas dari kebakaran. 

Selain itu, Jatmiko mengaku sangat bersyukur dengan keseriusan dan komitmen pemerintah dalam beberapa tahun terakhir terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Sikap serius itu menjadi jembatan bagi GAPKI Riau dalam menjalin sinergitas dengan pemerintah, terutama dalam memperkuat Satgas Karhutla, seperti melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Baca Juga: PLN Pekanbaru Benahi Layanan Aduan Pelanggan
 

"Kalau bicara musim kering seperti ini, sebenarnya jadi momok bagi pengusaha. Saat kebakaran, kita harus merugi. Aset terbakar dan ada unsur pidana di sana," ungkap Jatmiko. 

GAPKI sangat bersyukur beberapa tahun terakhir pemerintah begitu serius dalam melaksanakan penanganan karhutla. Sikap serius ini akan memudahkan GAPKI bersinergi dengan pemerintah. 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Ramlan, mengingatkan kepada pemerintah dan dunia usaha akan potensi kebakaran yang terjadi di Provinsi Riau. Riau memiliki dua kali musim kemarau yang berlangsung pada awal dan akhir tahun. 

"Musim kemarau yang cukup panjang akan berlangsung pada April hingga September. Kemungkinan cuaca akan lebih panas karena adanya pengaruh El Nino. Kita semua harus waspada," ujarnya. 





Loading...
loading...