//riau1.com/

#pekanbaru

Proses Vaksinasi Lambat, Wali Kota Pekanbaru Sebut Banyak Nakes yang Tak Mau Diskrining

R1/surya


Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Foto: Surya/Riau1. Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Proses vaksinasi para tenaga kesehatan (nakes) di jajaran Pemko Pekanbaru agak lambat dari yang dijadwalkan. Pasalnya, banyak nakes yang tak mau diskrining (pemeriksaan kesehatan). 

Wali Kota Pekabaru Firdaus di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (21/1/2021), mengatakan, proses vaksinasi tidak maksimal karena ada petunjuk mengenai yang pertama kali divaksin. Proses penyuntikan vaksin Sinovac juga tak bisa sembarangan.

"Para nakes harus melalui proses skrining. Banyak nakes yang tak mau diskrining. Saya kira merek hanya stres dengan isu di luar sana," ujarnya. 

Tapi, 10 pejabat publik dan tokoh agama yang disuntik vaksin di Puskesmas Rejosari pada 14 Februari lalu baik-baik saja. Para tokoh publik dan agama ini tidak mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga: Putus Kontrak Pengelolaan Sampah, DPRD Pekanbaru: Blacklist Perusahaanya

"Dua pekan setelah disuntik, mereka akan divaksin lagi," sebut Firdaus.

Mengenai para nakes ini, proses vaksinasi harus sesuai jadwal. Kendalanya, ada proses yang harus dilalui. 

Semua rumah sakit dan puskesmas serta dokter gigi telah diberikan arahan untuk percepatan vaksinasi. Meski begitu, proses vaksinasi tak bisa gegabah juga.

Baca Juga: 16 Tahun Menunggu, Guru Honorer di SD Negeri Pekanbaru Sangat Bahagia Diangkat Jadi PPPK

"Semua perlu proses. Presiden ingin proses vaksinasi ini selesai dalam waktu satu tahun se-Indonesia," ungkap Firdaus. 

Untuk diketahui, vaksinasi dilakukan terhadap pejabat publik dan tokoh agama sebanyak 10 orang. Para pejabat publik itu antara lain, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya, Kapten Nizam (Kasi Ops Kodim 0301) Pekanbaru. 

Selanjutnya, Kajari Pekanbaru Andi Suharlis, Sekdako Pekanbaru Muhammad Jamil, Akbarizan, tokoh agama Islam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Kemudian, Ketua Bhayangkari Polresta Pekanbaru Ervinna, tokoh agama Buddha Sarjoko, tokoh agama Hindu I Nyoman Tutri Janata, tokoh agama Kristen Pendeta Lewis Efraim Sitompul.





Loading...
loading...