//riau1.com/

#pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru Audiensi dengan LAM, Bahas Budaya Melayu Diajarkan di Sekolah

R1/surya


Wali Kota Pekanbaru Firdaus menerima kunjungan pengurus LAM Pekanbaru di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (22/10/2020). Foto: Humas Pemko Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Firdaus menerima kunjungan pengurus LAM Pekanbaru di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (22/10/2020). Foto: Humas Pemko Pekanbaru.

RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Firdaus menerima kunjungan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru di ruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (22/10/2020). Pertemuan ini membahas budaya Melayu diajarkan di sekolah.

"Kami kedatangan tamu Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru. Dalam audiensi ini, banyak hal yang didiskusikan terutama mewariskan budaya Melayu kepada generasi muda," ungkap Firdaus.

Baca Jugaa: Jabat Sekda Definitif, Wali Kota Pekanbaru Minta M Jamil Segera Selesaikan Administrasi Keuangan

Salah satunya, budaya Melayu diajarkan melalui jalur pendidikan. Budaya Melayu diupayakan diajarkan di sekolah-sekolah formal menjadi muatan lokal sesuai kurikulum yang berlaku saat ini.

"Kami juga perlu melihat aturan yang membolehkan membuat tambahan mata pelajaran pada muatan lokal. Sehingga, muatan lokal Budaya Melayu yang diajarkan guru menjadi bagian dari jam mengajar," sebut Firdaus.

Baca Juga: Ahli Waris Almarhum Mohammad Moralis Terima Santunan dari PWI Riau PeduliĀ 

Sementara itu, Ketua LAM Pekanbaru Datuk Sri Yose Saputra mengatakan, muatan lokal budaya Melayu bisa diterapkan di sekolah apabila wali kota telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako). Muatan lokal budaya Melayu sebenarnya sudah atur dalam Surat Keputusan Gubernur Tahun 2018 lalu.

"Jika belum diterbitkan Perwako jelang akhir tahun ini, maka mata pelajaran budaya Melayu ini baru bisa dipraktikkan lima tahun kemudian," ujarnya.





Loading...
loading...