//riau1.com/

#pekanbaru

Pedagang Korban Kebakaran 2015 Menolak Dipindahkan ke STC Pekanbaru, Tetap Bertahan di TPS Hingga Usai Lebaran

R1/surya


Para pedagang korban kebakaran 2015 menolak aksi Satpol PP Pekanbaru membongkar tempat penampungan sementara (TPS). Foto: Surya/Riau1. Para pedagang korban kebakaran 2015 menolak aksi Satpol PP Pekanbaru membongkar tempat penampungan sementara (TPS). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Eksekusi kios Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) dijadwalkan pada Jumat (28/2/2020). Namun sampai hari ini, pedagang yang menempati TPS masih tetap berjualan di tengah gelap-gulita karena pemutusan arus listrik yang dilakukan pengelola.

Lorong-lorong kios di STC masih ramai oleh pedagang, Kamis (27/2/2020). Perekonomian pedagang sedikit lesu karena berkurangnya pengunjung beberapa hari belakangan ini.

Sebagian besar pedagang yang menghuni TPS saat ini menolak untuk pindah ke dalam STC. Sementara itu, Pemko Pekanbaru melalui tim percepatan pembangunan STC telah melayangkan surat untuk segera mengosongkan TPS sebanyak dua kali. 

www.jualbuy.com

Baca Juga: ODP Meningkat Signifikan di Tiap Kecamatan, Dinkes Pekanbaru Sebut Ada Pergerakan Warga dari Zona Merah Corona

Para pedagang beralasan pemindahan pedagang bekas korban kebakaran belum tepat saat ini. Karena, pemindahan terlalu berdekatan dengan bulan puasa Suci dan Hari Raya Idul Fitri. 

"Kami minta waktu sampai malam takbiran. Karena kalau kami pindah sekarang ke dalam STC, langganan nanti banyak yang tidak tahu dan omzet kami bisa turun," kata Edi, salah seorang pedagang saat ditemui.

Baca Juga: Kasus DBD pada Triwulan Pertama Tahun Ini, Dinkes Pekanbaru Ungkap 1 Orang Meninggal Dunia

Dengan pindah usai Lebaran nanti, para pedagang dapat mengumpulkan uang untuk menyelesaikan administrasi penempatan kios di dalam STC. Para pedagang harus menyelesaikan administrasi sebesar 30 persen dari total harga kios yang ditawarkan kepada pedagang oleh pihak STC.

"Kami akan tetap bertahan di sini. Karena di dalam itu belum layak. Selesaikan lah dulu pembangunan itu. Di dalam belum 100 persen selesai," terangnya.

Mereka memastikan akan terus tetap bertahan pada TPS. Walaupun dijadwalkan Jumat ini pembongkaran TPS kembali dilakukan oleh tim percepatan pembangunan.


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)

Loading...