f Antusias Masyarakat Tinggi, Stok Vaksin di Riau Terbatas | RIAU1.COM
//riau1.com/

#opini

Antusias Masyarakat Tinggi, Stok Vaksin di Riau Terbatas

R1/ogas


ilustrasi ilustrasi

RIAU1.COM -oleh Almi Fitri

Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah untuk memenuhi target vaksin covid-19. Berbagai aturan dibuat untuk menarik minat warga untuk dapat divaksin, walau sebagian dari mereka mengaku terpaksa untuk divaksin karena kebutuhan pekerjaan dan lainya, seperti pengurusan adminduk.

Capaian vaksinasi di Riau sejauh ini disebut telah mencapai 27,69 persen. Sesuai target pemerintah, 70 persen warga kita harus divaksin Covid-19. Jauh dari target, untuk itu pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah Kabupaten Kota, terus melakukan berbagai cara agar warga mau divaksin.

Untuk mendapatkan vaksin, antrian warga menjadi panjang bahkan terlihat berdesakan  dibeberapa kantor atau instansi yang melaksanakan vaksin. Warga terlihat tidak sabaran karena ada aturan yang membuat mereka harus segera mendapat vaksin, seperti masuk mall, perjalanan laut, udara dan darat keluar daerah.

Seperti yang dikatakan Gubernur Riau, Syamsuar mengabarkan perkembangan vasksinasi di Riau hingga bulaan Agustus ini. "Kalau penduduk Riau 6,3 juta jiwa, maka ada 4,4 juta jiwa penduduk yang harus divaksin. Sekarang sudah 900 ribu lebih yang sudah divaksin dosis pertama," kata Syamsuar, Selasa 24 Agustus 2021.

Menurut Syamsuar persoalan yang menghambat vaksinasi di Riau, adalah kurangnya stok vaksin. Sementara antusias masyarakat untuk vaksinasi sebut dia, di Riau sangat tinggi.

"Dibandingkan daerah lain, capaian vaksinasi di Riau lebih tinggi, sekitar 26-27 persen. Persoalan kita di Riau, stok vaksin kita terbatas dan kita upayakan supaya dapat vaksin lebih banyak lagi," ujarnya.

Syamsuar menambahkaan, juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Riau dan Danrem 031 Wira Bima untuk bersama-sama memaksimalkan vaksinasi untuk masyarakat.

"Alokasi vaksin dari pusat juga ada yang dialokasikan ke TNI Polri, dan ini saya berkoordinasi dengan pak Kapolda dan pak Danrem supaya diprioritaskan dulu untuk masyarakat," pungkasnya.
 
Sementara itu di Kota Pekanbaru sebanyak 259.390 warga Pekanbaru telah mendapat suntikan dosis vaksin kedua. Sebaliknya, sebanyak 106.122 orang masih dalam antrean vaksinasi lengkap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Dokter Arnaldo Eka Putra, Selasa (24/8/2021), mengatakan, pihaknya terus melakukan vaksinasi terhadap 845.274 jiwa warga Pekanbaru. Vaksinasi dilakukan terhadap warga yang telah dibagi menjadi tiga kelompok. 

"Target vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) sebanyak 70.384 orang. Usia antar 18 hingga 59 tahun sebanyak 651.837 orang. Remaja usai 12-17 tahun sebanyak 123.053 orang," ungkapnya. 

Berdasarkan data 22 Agustus, lansia (di atas 60 tahun) yang telah divaksin dosis pertama 14.173 orang. Vaksinasi kedua 12.322 orang. "Lansia yang belum vaksin lengkap 1.851 orang," ujarnya.

Warga berusia 18-60 tahun yang telah divaksin dosis pertama 339.135 orang. Vaksinasi kedua 240.167 orang. "Warga usia 18 hingga 60 tahun yang belum vaksin lengkap 98.968 orang," sebut Doker Naldo.

Sementara itu, remaja usia 12-17 tahun yang telah divaksin dosis pertama 12.204 orang. Vaksinasi dosis kedua hanya 6.901 orang.  "Belum vaksin lengkap 5.303 orang," jelas Dokter Naldo. 

Total warga yang telah divaksin dosis pertama 365.512 orang. Total warga yang telah divaksin dosis kedua 259.390 orang. "Total warga yang belum divaksin 106.122 orang," sebut Dokter Naldo.

Upaya pencepatan vaksin dilakukan berbagai pihak, baik instasi pemerintah, TNI dan Polri. Bahkan organisasi-organisasi lain dan swasta juga melakukan vaksinansi massal demi anggota atau karyawan mereka memperoleh vaksin.

Seperti Dealer Toyota beberapa waktu lalu di Kota Pekan baru melakukan vaksin massal untuk karyawan dan keluarga karyawan, bahkan masih banyak lagi perusahaan swasta lainya. 

Selain itu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Indragiri Hilir akan menyiapkan sebanyak 3.000 dosis vaksin Covid 19 Sinovac dalam rangka ikut mensukseskan program pemerintah.

Ketua Kadin Inhil, Edy Indra Kesuma menuturkan bahwa program vaksinasi tersebut akan diperuntukan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta masyarakat umum.  “Kita targetkan vaksinasi tahap 1 ini sebanyak 3.000 dosis vaksin Sinovac,” sebut pria yang akrab disapa Edy ini, Selasa 24 Agustus 2021.

Edy menuturkan jika kegiatan vaksinasi gratis ini merupakan program kerja sama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kadin Provinsi Riau.  “Ini merupakan kerjasama OJK dan Kadin Riau,” tuturnya. 

Selain itu, Edy juga mengutarakan bahwa 3.000 dosis vaksin Sinovac ini diprediksi akan tiba di Kabupaten Inhil pada akhir Agustus 2021 ini. 

“Insya Allah akan tiba di Inhil pada akhir Agustus ini. Kita doakan saja tidak ada kendala,” ujarnya. 

Lanjut Edy, vaksinasi yang nantinya akan dilaksanakan oleh Kadin Inhil ini akan bekerjasama juga dengan Pemda Inhil melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil. “Kadin Inhil nantinya akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Inhil terkait masalah teknis pelaksanaannya, masalah tempat maupun tenaga medis,” pungkasnya. (*)


 





Loading...
loading...