//riau1.com/

#nasional

Begini Sejarah Nomor Pelat Kendaraan Bermotor di Indonesia

R1/azhar


Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet) Ilustrasi (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Beragam huruf-huruf yang ada di setiap pelat kendaraan bermotor di Indonesia dibuat pertama kali oleh para penjajah. Diawali dengan kedatangan tentara Inggris ketika Jakarta masih bernama Hindia Belanda.

Terjadi pada tahun 1810 dengan membawa 15 ribu bala tentara ke Batavia untuk merebut Jawa dari tangan Belanda.

Semua pasukan dibagi menjadi 26 batalion. Dinamai mulai dari huruf A sampai Z untuk keperluan kereta kuda. Setelah menduduki Batavia, segala macam kereta milik Inggris harus dipasangi pelat B.

Baca Juga: Pemerintah Kebut Perbaikan Sistem Pendidikan dan Keterampilan Para Pencari Kerja

Huruf B juga menandakan wilayah Batavia telah direbut oleh pasukan batalion B dikutip dari oto.detik.com, Senin, 2 November 2020.

Menyusul batalion L yang sudah menduduki Surabaya dan batalion M yang berhasil menduduki Madura pada tanggal 27 Agustus 1811 dinukil dari medium.com.

Sementara untuk wilayah kekuasaan atau bekas wilayah kerajaan, dibuat dengan dua huruf pada awalannya. Misalnya huruf AB, AD untuk Yogyakarta dan Solo.

Untuk AE dan AG, sejarahnya berawal ketika salah satu petinggi militer Inggris saat itu memimpin batalion A ditemani oleh batalion E untuk Madiun dan G untuk Kediri.

Sehingga Madiun AE dan Kediri AG. Blitar masuk dalam karisidenan Kediri memakai AG.

Untuk sisanya seperti batalion C, I, J, O, Q, U, V, W, X, Y dan Z, tidak digunakan karena tak pernah bertempur lantaran difungsikan sebagai reserve unit atau cadangan.

Baca Juga: Sejarah Rakyat Mataram Pernah 2 Tahun Menderita Kelaparan

Setelah Jawa berhasil direbut, pasukan Inggris lalu membentuk wilayah administratif berdasarkan wilayah militer. Mereka memberikannya nama regency atau karesidenan.

Saat Belanda kembali pada 1816, mereka melanjutkan sistem seperti ini dengan menerapkannya hingga ke Pulau Sumatera dimulai dari Sumatera Selatan.

Lalu berlanjut ke Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku. Cara untuk menandakan plat kendaraan bermotor ini masih berlanjut sampai Indonesia merdeka.





Loading...
loading...