//riau1.com/

#nasional

KSAD Sederhana dan Bersahaja itu Bernama Bambang Sugeng

R1/azhar


Bambang Sugeng (Foto: Istimewa/internet) Bambang Sugeng (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Selain tak menginginkan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan, kesederhanaan Kepala Staf TNI AD (KSAD) ketiga Indonesia, Bambang Sugeng selalu melekat hingga saat ini.

Namanya ogah dipakai oleh anaknya untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang saat menjadi duta besar Indonesia untuk Negeri Sakura.

Baca Jugaa: Kenali Sejarah dan Perbedaan Vespa Kongo

Tak hanya itu, dia juga tak pernah menggunakan jabatannya saat kedapatan melanggar peraturan lalu lintas.

Padahal, pengabdiannya bagi Ibu Pertiwi sudah tak terhitung jumlahnya dinukil dari historia.id, Jumat, 25 September 2020.

Satu diantaranya saat Republik Indonesia diberitakan Belanda telah musnah usai Agresi Militer II.

Bambang adalah penggagas Serangan Umum 1 Maret yang berhasil menarik perhatian dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih ada.

Aksi itu ikut mempengaruhi jalannya diplomasi yang terus diperjuangkan diplomat-diplomat RI di dunia internasional dengan puncaknya pengakuan kedaulatan pada akhir 1949.

Saat itu Bambang selaku panglima Divisi III/Jawa Tengah dan Yogyakarta bergerak cepat mengkounter pemberitaan miring itu dengan mengeluarkan Perintah Siasat No. 4/SD/Cop/I tanggal 1 Januari 1949. 

Baca Juga: Cerita Dibalik Legenda Mangkok Ayam Jago

Perintah itu berisi agar komandan Wehrkreise I Moch Bachroen, Wehrkreise II Sarbini, dan Wehrkreise III Soeharto mengadakan serangan serentak terhadap Belanda di Yogyakarta. 

Tujuan serangan itu untuk membuktikan bahwa Indonesia mempunyai kekuatan meskipun berada dibawah kedudukan dan tekanan Belanda.





Loading...
loading...