//riau1.com/

#nasional

Pemerintah Mengalokasikan Dana Hingga 100 Miliar Untuk Melindungi Orang Indonesia di Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19

R1/devi


Pemerintah Mengalokasikan Dana Hingga 100 Miliar Untuk Melindungi Orang Indonesia di Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19 Pemerintah Mengalokasikan Dana Hingga 100 Miliar Untuk Melindungi Orang Indonesia di Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19

RIAU1.COM - Kementerian Luar Negeri akan mengalokasikan Rp 100 miliar (US $ 6,1 juta) dari anggaran 2020 untuk perlindungan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri selama pandemi COVID-19.

Proposal kementerian untuk merealokasi anggarannya sebesar Rp8,6 triliun telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Selasa.

www.jualbuy.com

Baca Juga: Begini Sejarah Air Minum Dalam Kemasan Pertama di Indonesia

Selama pertemuan kerja virtual dengan Komisi I DPR, yang mengawasi urusan luar negeri, pada hari Selasa, sekretaris jenderal Kementerian Luar Negeri Mayerfas mengatakan anggaran Rp 10 miliar pada awalnya telah dialokasikan untuk pengelolaan gedung kementerian di Jakarta.

“Anggaran yang dialokasikan kembali akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 49 misi Indonesia di luar negeri dan untuk memastikan kesejahteraan warga negara Indonesia yang terkena dampak pandemi COVID-19,” kata Mayerfas dalam pertemuan tersebut.

“Misi Indonesia diminta untuk melaporkan kebutuhan mereka di wilayah kerja terakreditasi mereka,” lanjutnya.

Baca Juga: Benarkah Kualitas Obat Generik Dibawah Obat Bermerk ?

Komisi I menyetujui proposal tersebut dan menyetujui bahwa anggaran digunakan untuk pengadaan tempat penampungan darurat dan pengiriman makanan pokok untuk warga negara Indonesia.

Dewan juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk meningkatkan komunikasi, pemantauan, pemetaan dan perlindungan untuk memastikan perlindungan warga di luar negeri, kata ketua Komisi I Meutya Hafid.

Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri mencatat bahwa 302 orang Indonesia telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 di luar negeri, yang mengakibatkan delapan kematian. Sementara itu, 37 warga telah pulih dari penyakit ini.

 

 

 

R1/DEVI





Loading...
loading...