//riau1.com/

#nasional

Maladewa Meminta Amal Clooney Untuk Memperjuangkan Muslim Rohingya di Pengadilan PBB

R1/devi


Maladewa Meminta Amal Clooney Untuk Memperjuangkan Muslim Rohingya di Pengadilan PBB Maladewa Meminta Amal Clooney Untuk Memperjuangkan Muslim Rohingya di Pengadilan PBB

RIAU1.COM - Pemilik salah satu tempat wisata mewah di Maladewa telah menyewa pengacara HAM terkemuka Amal Clooney untuk mewakilinya di pengadilan tertinggi PBB dalam mencari keadilan bagi Muslim Rohingya yang dianiaya di Myanmar.

Pemerintah Maladewa mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka akan secara resmi bergabung dengan negara mayoritas Muslim di Afrika, Gambia, dalam menantang penumpasan militer Myanmar 2017 yang mengirim sekitar 740.000 Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh.

www.jualbuy.com

Baca Juga: Seorang Anggota Ditreskrimsus Polda Sumut Meninggal Dunia, Istrinya Positif Corona

Dalam keputusan bulat bulan lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Myanmar yang mayoritas beragama Buddha untuk menerapkan langkah-langkah darurat untuk mencegah genosida Rohingya - sambil menunggu satu kasus penuh yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Clooney berhasil mewakili mantan presiden Maladewa Mohamed Nasheed dan memastikan keputusan PBB bahwa pemenjaraannya selama 2015 selama 13 tahun adalah ilegal.

Dengan jatuhnya presiden kuat Abdulla Yameen pada tahun 2018, Nasheed serta beberapa pembangkang lainnya di negara Muslim Sunni yang berjumlah 340.000 telah dibebaskan dari kesalahan.

Baca Juga: Positif Corona di Sumut 84 Orang, 7 Meninggal Dunia dan 8 Orang Sembuh

Pemerintah mengatakan pihaknya menyambut keputusan ICJ untuk memerintahkan langkah-langkah sementara untuk mengamankan hak-hak korban di Myanmar dan mencegah penghancuran bukti dalam kasus yang sedang berlangsung.

"Pertanggungjawaban untuk genosida di Myanmar sudah lama tertunda dan saya berharap dapat bekerja pada upaya penting ini untuk mencari pemulihan hukum bagi para penyintas Rohingya," kata Clooney seperti dikutip oleh pemerintah Maladewa.

Ribuan orang diduga telah tewas dalam penumpasan Rohingya dan para pengungsi membawa laporan luas tentang pemerkosaan dan pembakaran oleh militer Myanmar dan milisi Buddha setempat.

 

 

 

R1/DEVI


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)

Loading...