//riau1.com/

#nasional

Begini Sindiran Marsudi Wahyu Kisworo Pada Robot Hairul Anas Gugatan Pilpres 2019

R1/azhar


Persidangan Gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (Foto: Istimewa/Internet) Persidangan Gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (Foto: Istimewa/Internet)

RIAU1.COM -Dalam persidangan keempat Gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Kamis, 20 Juni 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan pakar IT, Prof Marsudi Wahyu Kisworo sebagai salah satu ahli.

Dikutip dari cnbcindonesia.com, Kamis, 20 Juni 2019 dirinya dihadirkan untuk menjelaskan mengenai sistem perhitungan (Situng) milik KPU.

Serta untuk menjawab tundingan dari saksi ahli IT yang ditunjuk oleh Paslon 02 Prabowo-Sandi yang menyebutkan ada kelemahan pada sistem yang telah dibuat.


BACA JUGA : Menkopolhukam Wiranto Tegaskan Pemerintah Tidak Ada Menangkal Rizieq Pulang ke Indonesia




BACA JUGA : Tiga Orang Tewas, 303 Penumpang KM Santika yang Terbakar Berhasil Dievakuasi


Dimana, pada persidangan yang lalu (ketiga) Tim Kuasa Hukum Paslon 02 menghadirkan saksi Hairul Anas Suadi yang mengatakan menciptakan robot yang diberi nama Robot Tidak Ikhlas dan menemukan beberapa kecurangan pasca-hari pencoblosan.

Prof Marsudi Wahyu menjawab bahwa situng KPU dijamin aman dan tidak bisa disusupi. Namun, untuk website masih bisa disusupi hingga diretas namun tak akan berdampak apa-apa.

"Situng dengan website situng berbeda. Kalau yang dimaksud website, benar. Tapi kalau situng tidak bisa diakses dari luar karena kita harus masuk ke kantor KPU baru bisa akses ke sana," sebutnya, Kamis, 20 Juni 2019.

Itu karena website yang KPU miliki dapat selalu memperbarui sistemnya per 15 menit sehingga tetap aman.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)