//riau1.com/

#meranti

Launching Platform Sahabat Guru, Bupati Adil Ingatkan Guru Harus Bisa Beradaptasi dengan Metode Pendidikan

R1/wira


Bupati Meranti, H. Muhammad Adil Bupati Meranti, H. Muhammad Adil

RIAU1.COM - Webinar Nasional Pendidikan dan Launching Platform Sahabat Guru diadakan Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Baca Juga: KKP Tetapkan Kebupaten Meranti Sebagai Sentra Ikan Kakap Putih

Pada kegiatan ini Bupati Kepulauan Meranti H. Muhammad Adil selaku Sekretaris Bidang Kerjasama Daerah APKASI menjadi opening speaker. Dan dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa tugas dan fungsi APKASI yaitu menjadi mitra strategis pemerintah maupun lembaga lain yang memiliki visi yang sama dengan APKASI dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah. 

"Dalam pandangan APKASI, pembangunan sumber daya Manusia secara merata merupakan permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah, karena kualitas sumber daya manusia sangat fundamental dalam menjaga masa depan bangsa ditengah persaingan regional dan global. 

Sambung dia, dalam permasalahan perspektif pendidikan, guru sebagai komponen utama pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digitalisasi seperti saat ini. Selain keahlian dan kecakapan mengajar, guru juga perlu melek dan cakap digital. 

"Guru harus memiliki mindset yang tumbuh dan terbuka, mampu beradaptasi dengan memanfaatkan platform-platform pendidikan saat ini, melakukan pembelajaran jarak jauh, menguasai teknik-teknik mengajar yang baru, menggunakan learning management system, dan lain sebagainya," ujar dia lagi. 

Tantangan utama guru di era global dan serba digital saat ini, menurut dia, adalah mencetak lulusan yang berkemampuan menyelesaikan masalah kompleks, berpikir kritis-analitis, dan tetap berkarakter.

Baca Juga: Pengurangan Kuota, 89 CJH Meranti Gagal Berangkat

"Selama 10 tahun terakhir APKASI dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara telah melatih lebih dari 160.000 tenaga pendidik di 180 daerah di Indonesia," tuturnya.*





Loading...
loading...