//riau1.com/

#meranti

Listrik Sering Padam, KNPI dan Pemuda Pancasila Pulau Merbau Pertanyakan Pihak PLN

R1/puri


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Kondisi listrik yang sering padam di Meranti, termasuk Pulau Merbau, membuat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pemuda Pancasila Pulau Merbau mendatangi PT. PLN Rayon Teluk Ketapang Meranti, Jumat (18/5/2019) lalu.

Hairun nizat selaku Ketua DPK KNPI mengatakan, kedatangannya bertujuan untuk menanyakan apa yang sebenarnya menjadi masalah PLN hingga semena-mena mematikan lampu.

Terlebih saat bulan Ramadhan seperti ini, listrik saat berbuka puasa dan saat shalat tarawih hingga mengakibatkan disetiap Mushalla dan Masjid tidak terdengar suara adzan.

www.jualbuy.com

Baca Jugaa: LBH Pekanbaru Kawal Persidangan Rustam, Kuli Bangunan yang Dituduh Bakar Lahan di Meranti



"Kami dari PP dan KNPI ingin bertemu langsung dengan manager PT PLN, kami mau solusi kongkrit, kami siap untuk mengajak pihak-pihak yang terkait untuk kepentingan masyarakat Kecamatan Pulau Merbau."ucap Izat.

Izat mengatakan, di Pulau Merbau sangat butuh yang namanya listrik. Listrik adalah salah satu penopang kehidupan untuk lebih maju dan berkembang.

"Perlu di ingatkan bahwa Kecamatan Pulau Merbau juga merupakan bagian dari kabupaten Kepulauan Meranti yang ingin maju sama seperti dengan Kecamatan lainnya," ungkapnya.

Baca Juga: Dipenjara Karena Membakar Sampah, Puluhan Masaa Tuntut Keadilan Untuk Rustam


Sementara itu, Riski selaku Kasub PLN rayon Teluk Ketapang menjelaskan bahwa kronologis matinya lampu penyebab utamanya adalah mesin yang sudah tidak layak lagi atau tua.

"Tidak bisa beroperasi secara normal mengigat mesin hanya 6 unit, namun yang bisa beroperasi hanya 4 unit,2 unit rusak total," kata Riski.

Dijelaskan Riski lagi, untuk mendapatkan mesin baru atau mesim yang layak dipakai pihak dari PLN Teluk Ketapang tidak punya kekuatan untuk mendapatkan mesin baru karena harus merujuk ke PLN Selatpanjang dan semuanya harus ikut prosedur.

"Selaku Kasub saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, bukan keinginan kami, tapi inilah kondisinya," jelas Riski lagi.





Loading...
loading...