//riau1.com/

#internasional

Sejarah 11 November: Tewasnya Yasser Arafat, Pemimpin Palestina yang Paling Disegani

R1/azhar


Warga Palestina membawa foto mantan pemimpin mereka Yasser Arafat (Foto: Istimewa/internet) Warga Palestina membawa foto mantan pemimpin mereka Yasser Arafat (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Dunia tak menyangka, salah satu pemenang hadiah Nobel Perdamaian, Yasser Arafat tepat hari ini menghembuskan nafas terakhirnya tahun 2004.

Ia tewas di Rumah Sakit Militer Percy, Paris, Prancis saat berusia 75 tahun dikutip dari tempo.co, Rabu, 11 November 2020.

Baca Juga: Sejarah 22 Januari: Apple, Perusahaan Pertama yang Sukses Mempopulerkan Mouse

sebelum dinyatakan wafat, dia sempat mengeluhkan sakit perut saat berada di kantor pusatnya di Kota Ramallah, Tepi Barat. Sudah dilakukan berbagai cara supaya terkuat, ada apa dibalik kematiannnya. Termasuk menurunkan penyidik dari Prancis.

Namun, lantaran tak menemukan apa-apa, para penyidik menghentikan pekerjaannya tanpa membuat kesimpulan resmi.

11 tahun kemudian semuanya terungkap. Misteri kematiannya diungkap oleh Tim Investigasi Palestina. Tim menyimpulkan bahwa mantan pemimpin mereka itu tewas karena dibunuh. Pelakunya adalah orang-orang suruhan Israel.

Baca Juga: Ini Dia Bahasa Paling Tua di Dunia

Diungkapkan oleh ketua tim Investigasi Tawfiq Tirawi melalui laman AL-Araby. Ilmuwan Swiss yang melakukan tes dari sampel jenazah menemukan bahwa arafat tewas karena kelebihan polonium.

Jumlah radioaktifnya 18 kali lebih tinggi dari biasa. Dari situlah mereka berkeyakinan bahwa Arafat tewas karena diracun.





Loading...
loading...