//riau1.com/

#indragiri-hulu

Tim SAR Gabungan Terus Cari Korban Tenggelam di Sungai Indragiri

R1/yuzwa


Menggunakan perahu karet, Tim SAR terus berupaya mencari jasad korban, Jamhari yang tewas tenggelam di Sungai Indragiri sejak Selasa 17 November 2020 kemarin Menggunakan perahu karet, Tim SAR terus berupaya mencari jasad korban, Jamhari yang tewas tenggelam di Sungai Indragiri sejak Selasa 17 November 2020 kemarin

RIAU1.COM - Proses pencarian Jamhari (53), nelayan pencari ikan di Sungai Indragiri, yang tenggelam pada Selasa 17 November 2020 kemarin masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan hingga Rabu 18 November 2020 malam.

Tim SAR Terpadu terdiri dari TNI/Polri, Basarnas, KPBD Inhu, Satpol PP dibantu warga mencari jasad korban menggunakan perahu karet dan perahu tradisional disepanjang aliran sungai tepatnya di sekitar Dusun III, Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik.

Hendro, Humas Basarnas Riau kepada awak media di lokasi pencarian, Rabu 18 November 2020 mengatakan, tim Basarnas Riau tiba di lokasi pencarian pada Selasa 17 November 2020 sekitar pukul 23.00 WIB dan langsung melakukan persiapan dengan menurunkan peralatan.

Baca Juga: Terancam Dilaporkan ke DKPP, KPU Inhu Pilih Diam

"Kita tidak ada SOP melakukan pencarian korban pada malam hari. Sehingga kita mulai melakukan korban pada Rabu pagi. Kita mulai mencari menyusuri sungai sekitar pukul 06.00 WIB," terang Hendro.

Dengan menggunakan perahu karet atau LCR, lanjut Hendro, Tim SAR menyisir tepian dan ditengah sungai sepanjang 6 kilometer. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Puluhan personel Tim SAR di terjunkan untuk mencari jasad korban. Selain menggunakan perahu karet juga menggunakan pompong pocai.

Sepanjang aliran Sungai Indragiri di wilayah Desa Pasir Ringgit terus di sisir dan membuat ombak oleh perahu karet.

Baca Juga: AMI Inhu Solid Sosialisasikan Program Kesejahteraan

Sebagaimana diketahui, Jamhari (53) pada Selasa 17 November 2020 siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB tenggelam saat sedang menjaring ikan. Teman korban, sesama nelayan pertama kali yang melihat korban terjatuh dari sampan.

Kata saksi, teman korban, kepada perangkat desa menuturkan, korban tenggelam saat sedang menjaring ikan. Saat menebar jaring, sampan korban oleng dan terjatuh ke sungai.

Saksi mengejar kearah korban, yang berjarak 30 meter. Tapi sebelum saksi sampai, korban sudah tenggelam. Melihat itu saksi melaporkan peristiwa itu ke perangkat desa setempat.

Belakangan diketahui, Jamhari (53) merupakan warga asli Desa Simpang Gaung, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Riau dan baru tiga bulan terakhir ini menetap di Desa Pasir Ringgit.





Loading...
loading...