//riau1.com/

#hukum

Ditonton Lebih 3 Juta Orang, Kemenkumham Usut Konten Youtube Siti Fadilah-Deddy Corbuzier

R1/hee


Mantan Menkes Siti Fadilah. Mantan Menkes Siti Fadilah.

RIAU1.COM - Ramai di Medsos dan sudah ditonton lebih dari 3 juta orang, konten Youtube Siti Fadilah-Deddy Corbuzier. 

www.jualbuy.com

Baca Juga: Kejari Inhu 'Bidik' Dugaan Korupsi Bagian Protokol Setdakab Inhu
 

Kementerian Hukum dan Hak Asasi (Kemenkumham),  menelusuri dugaan pelanggaran terkait pembuatan konten Youtube yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier terhadap narapidana kasus korupsi, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham, Rika Aprianti mengatakan pembuatan konten tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pihaknya dan Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Itu sedang ditelusuri (dugaan pelanggaran), ada tim menelusuri itu. Yang pasti pihak Rutan (Pondok Bambu) mengatakan tidak mengetahui ada proses wawancara seperti itu, apalagi kami Ditjen PAS tidak tahu. Sedang ditelusuri sekarang," kata Rika saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/5).



Rika menjelaskan bahwa Rutan Pondok Bambu hanya mengeluarkan rujukan agar Siti menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pada Rabu (20/5).

Menurutnya, Siti telah kembali ke Rutan Pondok Bambu saat ini. Langkah ini diambil setelah pihaknya menerima rekomendasi dokter di RSPAD Gatot Soebroto yang menyatakan kondisi kesehatan Siti sudah lebih baik dan bisa melanjutkan perawatan di dalam penjara.

Rika menegaskan pengembalian Siti ke Rutan Pondok Bambu ini tidak terkait sama sekali dengan langkah yang bersangkutan membuat konten Youtube dengan Deddy.

"Jadi bukan berdasarkan kami, tapi berdasarkan rekomendasi dokter," kata Rika.
 

Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief mengatakan pemerintah tak perlu mempersoalkan tanya jawab yang dilakukan Siti dengan Deddy.

Menurutnya, pembicaraan yang dilakukan Siti tersebut juga berisi pengetahuan dan informasi untuk publik dalam menghadapi pandemi virus corona.

"Negara sebaiknya tidak mengharuskan ada izin untuk silahturahmi seperti yang dilakukan oleh Deddy Cobuzier dengan Siti Fadilah, dan melarang bikin dokumentasi dan menguploadnya diakunnya agar bisa ditonton orang lain," ujarnya.

Dalam konten itu, Deddy melakukan tanya jawab dengan Siti. Konten Deddy yang diunggah pada Kamis (21/5) di akun Youtube-nya, diberi judul "SITI FADILAH SEBUAH KONSPIRASI - SAYA DIKORBANKAN (EXCLUSIVE)".

Video berdurasi 25.46 menit itu sampai berita ini ditulis telah disaksikan lebih dari 3 juta orang. Siti Fadilah dalam konten tersebut membicarakan banyak hal, seputar flu burung hingga virus corona.

Dalam salah satu pernyataannya saat menjawab pertanyaan Deddy, Siti menyebut ada kemungkinan virus corona dibuat oleh sekelompok tertentu.

Baca Juga: Sipir Rutan Rengat Razia Kamar WBP, Ditemukan Sejumlah Pelanggaran

 

"Mungkin saja. Mungkin China itu korban, Amerika juga korban. Itu perkiraan saya, belum tentu salah belum tentu benar," ujar Siti kepada Deddy. 

R1.

 

 

 





Loading...
loading...