//riau1.com/

#hukum

Dugaan Korupsi Proyek Incenerator, Kejari Geledah RSUD Adnan WD Payakumbuh

R1/hee


Kejaksaan menggeledah RSUD Adnan WD Payakumbuh, Selasa. Kejaksaan menggeledah RSUD Adnan WD Payakumbuh, Selasa.

RIAU1.COM - Para pegawai terkejut. Tim penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh,  menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah Adnan WD Payakumbuh, Sumatera Barat, terkait dugaan korupsi proyek incenerator atau alat pembakaran limbah medis pada kegiatan 2015 dan 2016.

www.jualbuy.com

Baca Juga: Taipan Properti Asal Cina Diselidiki Karena Pelanggaran Serius Dalam Hukum
 

Dengan membawa surat tugas, kedatangan tim penyidik dipimpin oleh Kepala Seksi Pidana Khusus dengan berpakaian rompi khas penyidik bermerek Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi.

"Penggeledahan ini untuk proses penyelidikan dugaan korupsi pada kegiatan incenerator," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Payakumbuh Satria Lerino di Payakumbuh, Selasa, 25 Februari 2020, seperti dilansir Antara. 

Selama penggeledahan, penyidik menggeledah beberapa ruangan, diantaranya ruangan arsip dan ruangan direktur.

"Semua dokumen kita sita untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Ada puluhan dokumen yang kita sita," ujarnya

Dokumen yang disita merupakan seluruh kegiatan tahun 2015 dan 2016.

Dugaan korupsi proyek incenerator berawal dari tidak berfungsinya alat pembakar limbah medis B-3 setelah dilakukan pengadaan barang tersebut.

Proyek tersebut mulai masuk ke ranah hukum sejak 2019 dan pihak Kejaksaan Negeri Payakumbuh terus melakukan penyelidikan.

Sedangkan, Kepala Seksi Intelijen Robi Prasetya menyebutkan penggeledahan dilakukan selama 4 jam lebih dengan melibatkan belasan penyidik Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Penyidik menyita satu ransel berkas yang berisi puluhan dokumen penting terkait kegiatan incenerator.

Setelah penggeledahan berlangsung penyidik belum menemukan beberapa dokumen terkait pengadaan barang dan jasa.

Sementara Direktur RSUD Adnan WD Payakumbuh, Efrizal Naldi mengatakan pihak rumah sakit akan kooperatif dan tidak akan menghalang-halangi pihak penyidik karena penggeledahan membawa surat tugas.

Baca Juga: Imbas Virus Corona, Italia Mengalami Penurunan Tajam Dalam Laporan Resmi Kekerasan Rumah Tangga 

"Waktu kegiatan incenerator bukan waktu saya. Ada beberapa dokumen perencanaan dan kegiatan incenerator yang dibawa penyidik. Salah satunya surat menyurat pada tahun tersebut," ujarnya.

R1 Hee. 


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)

Loading...