//riau1.com/

#hukum

Ditjen Imigrasi Telat Tahu Politisi PDIP Harun Masiku Sudah Pulang Naik Batik Air dari Singapura ke Soekarno Hatta

R1/hee


Politisi PDIP Harun Masiku. Politisi PDIP Harun Masiku.

RIAU1.COM - Belum tahu alasannya. Kenapa Ditjen Imigrasi telat tahu bahwa politisi PDIP yang sedang diincar KPK sudah pulang dari Singapura naik Batik Air ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. 

www.jualbuy.com

Baca Juga: Dosen Universitas Trisakti: Yasonna Laoly Sebaiknya Mundur dari Menkumham, Ini Alasannya

Iklan Riau1 

Direktorat Jenderal Imigrsi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) menduga, informasi kedatangan tersangka dugaan suap PAW Anggota DPR 2019-2024, politisi PDIP Harun Masiku,  ke Indonesia terlambat diketahui akibat delay system dampak dari perbaikan sistem yang tengah dilakukan.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang mengatakan saat ini sedang dilakukan restrukturisasi Sistem Imigrasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

Restrukturisasi itu, kata dia, kemungkinan berimbas kepada data dan update dalam sistem keimigrasian.

Arvin menyebut pihaknya masih menelusuri apakah delay sistem imbas restrukturisasi tersebut mengakibatkan pihaknya telat mengetahui informasi kepulangan Harun ke Indonesia atau tidak.


"Nanti apakah ada kaitannya apa tidak, ini masih dalam proses atau langkah pendalaman," kata dia, Rabu (22/1).

Menurut dia, delay system merupakan hal yang tidak lazim terjadi dalam sistem keimigrasian.

Karena itu, pihaknya perlu menyelidiki lebih jauh permasalahan tersebut untuk mengetahui penyebab pasti informasi kedatangan Harun dari Singapura di Bandara Soekarno Hatta terlambat diketahui pihaknya.
 

"Tidak lazim terjadi, tetapi (karena) mati lampu di Soekarno Hatta pernah (delay system). Jadi apakah ini ada hubungannya atau tidak, kita lakukan pendalaman. Apakah kaitannya karena kita melakukan restrukturisasi. Yang jelas kalau memang ada delay, kami lakukan pendalaman, itu memang bagian dari pengawasan dan pemantauan perlintasan," kata dia.

Dia menyebut, apapun hasil pendalaman tersebut pihaknya akan tetap terbuka untuk berkoordinasi dengan penyidik KPK yang menangani kasus dugaan suap PAW yang menjerat Harun.

"Hasilnya kami akan sangat terbuka kepada penyidik," lanjut dia.


Sebelumnya, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny Sompie mengakui tersangka dugaan suap penetapan PAW anggota DPR 2019-2024, Harun Masiku telah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020. Politikus PDIP itu tiba di Jakarta usai pergi ke Singapura pada hari sebelumnya.

"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, bahwa HM [Harun Masiku] telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada tanggal 7 Januari 2020," kata Ronny saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Rabu (22/1), seperti dilansir CNN Indonesia. 

Baca Juga: Sebut Rezim Komunis, Ustadz Alfian Tanjung Dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polda Sumbar  

Menindaklanjuti hal itu, Ronny memerintahkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasian Ditjen Imigrasi untuk mendalami delay time data perlintasan di Terminal 2 F Bandara tersebut.


"Hasil pendalaman akan segera dilaporkan kepada saya," tuturnya.

Pernyataan Ronny itu 'merevisi; informasi dari Ditjen Imigrasi sebelumnya yang menyebut Harun sudah tidak di Indonesia dan berada di Singapura sejak 6 Januari atau dua hari sebelum KPK melakukan OTT terkait dugaan suap PAW anggota DPR 2019-2024.

R1 Hee. 


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)

Loading...