//riau1.com/

#gaya-hidup

Macam-Macam Efek Samping Vaksin Pfizer

R1/wonja


Foto: Sciencemag.org Foto: Sciencemag.org

RIAU1.COM - Hingga saat ini penyebaran virus Covid-19 masih belum berakhir. Tentu kondisi ini membuat masyarakat khawatir. Diharapkan dalam waktu dekat pandemic bisa segera berakhir dengan ditemukannya vaksin, seperti vaksin Pfizer. Namun, beberapa hal perlu diperhatikan salah satunya adalah efek samping yang timbul setelah memperoleh/penyuntikan vaksin. Pastikan bahwa vaksin yang digunakan aman. Selain itu tetap mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu tetap menggunakan masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan rajin mencuci tangan.

Efek Samping Vaksin Pfizer


Foto: Andina.pe

Salah satu vaksin Covid-19 yang cukup menjanjikan adalah Pfizer. Vaksin hasil kolaborasi dengan BioNTech ini diklaim memiliki tingkat efektivitas 90 persen. Meskipun memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi. Meski begitu bukan berarti vaksin ini tidak luput dari efek samping pada penggunanya.

Diberitakan oleh Reuters bahwa regulator pengobatan Inggris melarang seseorang dengan riwayat alergi serius untuk diberi vaksin Pfizer. Hal ini merupakan tindak lanjut dari laporan terhadap dua orang yang menunjukkan reaksi alergi setelah vaksinasi. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab timbulnya reaksi alergi tersebut. Pihak Pfizer tersendiri menyatakan bahwa orang dengan riwayat alergi serius terhadap vaksin telah dikeluarkan dari daftar uji klinis tahap akhir.

Namun beberapa ahli menduga reaksi alergi tersebut disebabkan oleh komponen yang terdapat di dalam vaksi Pfizer, yaitu Polietilen glikol (PEG). Komponen ini tidak ada di vaksin lain. Komponen Polietilen glikol (PEG) yang ada dalam vaksin Pfizer berfungsi untuk membantu menstabilkan suntikan.

Menurut dr. Alvin Nursalim, Sp.PD efek samping bagi orang dengan riwayat alergi berat dikenal dengan reaksi anafilaksis. Sebuah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang kemungkinan dapat mengancam jiwa seseorang. Reaksi ini dapat menyebabkan bengkak pada tenggorokan, sesak nafas dan sulit menelan. Temuan ini menjadi pertimbangan bagi kebijakan beberapa negara. Sebut saja Moncef Slaoui yang mendorong pemerintah Amerika untuk mempertimbangkan kembali rencana vaksinasi dengan produk Pfizer.

Timbul Efek Samping Berbeda

Perlu diketahui bahwa vaksin yang diproduksi dengan teknologi mRNA ini membutuhkan dua dosis pemberian. Satu dosis yang diberikan berguna untuk menjaga tubuh. Sedangkan dosis kedua berguna untuk meningkatkan respon.

Meskipun memiliki efektivitas yang tinggi mencapai 95 persen dan menggunakan teknologi baru (mRNA), bukan berarti vaksin Pfizer tidak mempunyai masalah. Dalam tahap uji klinis dilaporkan bahwa beberapa relawan mengaku mengalami efek samping. Sebut saja relawan Glenn Deshield dari Texas yang berumur 44 tahun merasakan mabuk berat setelah disuntik vaksin ini.

Hal lain dirasakan oleh Ada Carrier seorang relawan asal Missouri (45 tahun) yang mengalami sakit kepala, demam dan nyeri pada tubuh setelah memperoleh suntikan pertama vaksin Pfizer. Dsn efek samping ini dirasakan semakin  memburuk setelah suntikan kedua.

Efek samping yang cukup serius juga dirasakan oleh Yasir Batavia (24 tahun) yang tinggal di Boston. Setelah meninggalkan rumah sakit ketika proses penyuntikan vaksin pertama kali selesai, timbul kekakuan terlokasi pada lengan bekas suntikan. Efek samping setelah proses penyuntikan kedua pun dirasakan, yakni demam ringan dan juga kelelahan.  Timbulnya efek samping yang berbeda pada setiap relawan sangat bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh respon tubuh yang berbeda-beda. Kesimpulannya bahwa meski memiliki efektivitas tinggi, vaksin Pfizer tetap memiliki efek samping.

Kehadiran vaksin Pfizer sudah ditunggu oleh masyarakat supaya masa pandemic bisa segera berakhir. Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam informasi mengenai vaksin ini maka bisa mencari informasi melalui aplikasi kesehatan Halodoc. Selain itu, informasi seputar kesehatan dan gaya hidup juga bisa Anda dapatkan melalui aplikasi ini. Bahkan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi ini tanpa harus keluar rumah. Jadi, jangan lupa download aplikasi Halodoc ya!





Loading...
loading...