//riau1.com/

#advertorial

Capaian Vaksinasi 115,14 Persen, Wali Kota Pekanbaru Terima Penghargaan dari Kapolri

R1/surya


Wali Kota Pekanbaru Firdaus menerima piagam penghargaan dari Kapolri terkait vaksinasi tertinggi pada 24 Maret 2022. Foto: Istimewa. Wali Kota Pekanbaru Firdaus menerima piagam penghargaan dari Kapolri terkait vaksinasi tertinggi pada 24 Maret 2022. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pencapaian vaksinasi warga Pekanbaru merupakan yang tertinggi di Provinsi Riau. Atas prestasi itu, Wali Kota Pekanbaru Firdaus menerima penghargaan dari Kapolri Jenderal Listy Sigit Prabowo. Penghargaan ini diserahkan langsung Wakapolri Irjen Gatot Eddy kepada Wali Kota Pekanbaru Firdaus di halaman Kampus Pascasarjana Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru, Kamis (24/3/2022). 

"Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakapolri yang memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UNRI. Beliau juga menyaksikan vaksinasi massal serentak," kata Firdaus. 

Wakapolri juga memberikan penghargaan kepada kabupaten dan kota yang pencapaian vaksinasinya tertinggi di Riau. Pekanbaru mendapatkan penghargaan sebagai kota dengan capaian vaksinasi tahap pertama 115,14 persen.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama tim vaksinasi Kota Pekanbaru, baik oleh Polri, TNI, Pemprov Riau, dan tim Pemko Pekanbaru maupun relawan vaksinasi dari berbagai kalangan mulai dari paguyuban hingga lembaga pendidikan. Prestasi yang diperoleh hari ini tentunya atas keseriusan pemerintah dan dukungan dari masyarakat," ucap Firdaus. 

Dengan kerja tim yang padu, Pemko Pekanbaru bisa memberikan edukasi vaksinasi kepada masyarakat. Dengan begitu, kekebalan kelompok akan terwujud. 

"Sehingga, kami akan dapat menggerakkan masyarakat makin produktif di bidang ekonomi dan beribadah di bulan Ramadan," harap Firdaus. 

Sementara itu, vaksinasi pertama bagi kelompok warga lanjut usia (lansia) dan anak usia 6-11 tahun hampir mencapai target. Pemko Pekanbaru terus berupaya melakukan vaksinasi, terutama kelompok lansia.

Kendala vaksinasi masih didapati di kelompok lansia. Meski begitu, vaksinasi pertama lansia sudah mencapai 67 persen. Jadi, masih ada 3 persen lagi vaksinasi. yang harus dicapai.

"Kami sudah menjalankan berbagai strategi. Salah satu upaya vaksinasi lansia itu adalah mengirim tim medis ke rumah-rumah Kami terus berupaya agar mencapai 70 persen, sesuai target nasional," ungkapnya.

Sementara itu, vaksinasi pertama anak usia 6-11 tahun juga sudah mencapai 67 persen. Sedangkan vaksinasi kedua sudah mencapai 58 persen. 

"Kami juga memprioritaskan vaksinasi bagi anak 6-11 tahun hingga akhir tahun ini," ucap Firdaus. 

Wali Kota Pekanbaru Firdaus juga memastikan stok vaksin masih mencukupi. Stok vaksin tak harus banyak mengingat ada temuan yang sudah memasuki masa kedaluwarsa beberapa waktu lalu. 

"Stok vaksin masih cukup untuk sementara. Karena, vaksinasi ini juga tak harus banyak," sebutnya.

Karena, vaksin itu ada masa kedaluwarsa. Kalau masa kedaluwarsa vaksin sudah dekat, maka tak bisa juga digunakan. 

"Tadi, saya juga sudah berdiskusi dengan tim TNI dan Polri. Kami juga bisa bantu ambil yang vaksinnya berlebih di kabupaten lain. Tetapi, tanggal kedaluwarsanya tetap diperhatikan," ujar Firdaus. 

Vaksin yang akan kedaluwarsa bisa dikirim ke daerah yang membutuhkan di Riau. Atas perintah gubernur, Pemko Pekanbaru sudah beberapa kali mengambil stok vaksin di kabupaten lain. 

"Kami ganti lagi nanti. Supaya, vaksin itu tidak memasuki masa kedaluwarsa," ucap Firdaus. (Advertorial). 





Loading...
loading...