//riau1.com/

#politik

Dituding Abaikan Ulama, Tim Prabowo-Sandiaga Sebut Ucapan Sekjen PSI Tendensius

R1/hee


Pasangan Capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. Pasangan Capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

RIAU1.COM - Perebutan suara ulama sangat penting bagi tim pemenangan Pilpres 2019. 

Bahkan ada saling klaim yang menggelitik soal pernyataan antar kubu. 

Pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang menilai Calon Presiden Prabowo Subianto mengabaikan ulama dianggap hoaks.

Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean menilai pernyataan Raja Juli Antoni tersebut tendensius.

"Raja Juli ini ngomong apa? Ini bukan pernyataan tapi hoaks. Pernyataan Raja Juli yang menyatakan Prabowo mengabaikan ulama itu tendensius dan bentuk fitnah serta hoaks," kata Ferdinand Hutahaean seperti dikutip Riau1.com dari SINDOnews, Jumat 9 November 2018. 

Ferdinand menuturkan, faktanya saat ini begitu panjang deretan daftar ulama yang mendukung Prabowo-Sandi. Bahkan, menurut dia, lebih panjang dari daftar nama ulama pendukung Joko Widodo - Ma'ruf Amin. 

Dia melanjutkan, hal tersebut bisa dibuktikan dengan bagaimana kerasnya Jokowi mengambil hati umat Islam sebagai pemilih terbesar dengan berbagai cara. Termasuk memilih wakilnya dari kalangan ulama, yakni KH Ma'ruf Amin.

"Mengapa Jokowi begitu berhasrat memilih ulama? Karena dia sadar ulama tidak banyak mendukungnya. Ini yang harus dipahami oleh Raja Juli sebelum asal ngomong. Harus ngaca dulu biar tidak ditertawakan ketika bicara," ujar Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat ini.

Ferdinand kemudian mengatakan mengapa ulama banyak yang kecewa dengan Presiden Jokowi.

"Mengapa ulama banyak kecewa? Ya karena Jokowi abai kepada mereka. Masa yang begini tidak bisa dilihat Raja Juli?" tuturnya. 

Selain itu, Ferdinand menanggapi pernyataan Raja Juli yang menyebut Sandiaga Uno sebagai kapitalis sejati. Menurut Ferdinand, hal tersebut merupakan pernyataan Raja Juli yang paling tidak tahu diri. 

"Coba Raja Juli mengaku dan membuka siapa donatur partai PSI? Kapitalis atau koperasi? Saya jadi ingin menertawakan Raja Juli yang cuma besar omong, tapi nilainya nol," pungkas Ferdinand.

Untuk diketahui, Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengeluarkan pernyataan demikian setelah Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra membeberkan ada draf aliansi dari ulama yang hingga kini tidak direspons oleh Capres Prabowo Subianto.

Adapun isi draf aliansi itu mengenai kesepakatan antarpartai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk bahu-membahu di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Padahal Tim Prabowo-Sandiaga justru sudah didukung oleh Ijtimak GNPF-U Ulama I dan II. Banyak ulama penting yang ada disitu. 

R1/Hee 


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)