//riau1.com/

#pekanbaru

Pajak dari Sektor Pariwisata di Kota Pekanbaru Ternyata Lebih Tinggi dari Bukittinggi

R1/surya


Kepala Bapenda PekanbaruĀ Zulhelmi Arifin. Foto: Surya/Riau1. Kepala Bapenda PekanbaruĀ Zulhelmi Arifin. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pajak dari sektor pariwisata Pemko Pekanbaru, Riau, ternyata lebih tinggi dari koya pariwisata Bukittinggi, Sumatera Barat. Hal ini telah diketahui Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan pendapatan dari sektor pariwisata di Kota Pekanbaru ternyata lebih tinggi dari Kota Bukittinggi. Beliau mengungkapkan hal itu ke wali kota," kata Kabag Humas Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru Mas Irba Sulaiman, beberapa hari lalu.

Kesempatan berbeda, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Sabtu (24/8/2019), menanggapi hal tersebut. Pajak dari sektor pariwisata itu terdiri dari pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan. Inilah pajak tertinggi penyuplai pendapatan asli daerah Pemko Pekanbaru mengalahkan Kota Bukittinggi.



BACA JUGA : Pemko Pekanbaru Terapkan Pemekaran Kecamatan Satu Tahun Lagi, Tampan dan Rumbai Pesisir Dihapus

Iklan Riau1

"Pajak hotel menandakan banyak orang dari luar daerah menginap di Pekanbaru," ucapnya. 

Sejak Januari hingga 16 Agustus 2019, pendapatan Pemko Pekanbaru dari pajak hiburan sekitar Rp10 miliar pada tahun lalu. Kini, pendapatan dari pajak hiburan sekitar Rp14 miliar.



BACA JUGA : Layanan Disdukcapil, BPJS Kesehatan, dan Kejari Paling Banyak Dikunjungi di MPP Pekanbaru

Pendapatan dari pajak hotel Rp22 miliar pada tahun lalu. Saat ini, pajak hotel mencapai Rp25 miliar.

Pajak restoran sekitar Rp60 miliar pada tahun lalu. Kini, pendapatan dari pajak restoran sekitar Rp76 miliar.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)
Loading...