//riau1.com/

#pekanbaru

Kualitas Udara Masih Aman, Wali Kota Pekanbaru Firdaus: Belum Perlu Liburkan Sekolah

R1/surya


Murid di SDN 105 Tobek Godang di Kecamatan Tampan menggunakan masker saat aktivitas belajar mengajar pada 5 Agustus 2019. Foto: Riau24. Murid di SDN 105 Tobek Godang di Kecamatan Tampan menggunakan masker saat aktivitas belajar mengajar pada 5 Agustus 2019. Foto: Riau24.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru bersikeras tidak meliburkan sekolah meski sudah lebih sepekan dilanda kabut asap. Pertimbangannya, alat indikator menyatakan kualitas udara masih di bawah ambang batas.

"Yang beredar di media sosial tentang kualitas udara (di Pekanbaru itu) bukan angka sebenarnya. Dari pantauan alat yang kami miliki, semua indikator partikel di udara itu masih di bawah ambang batas. Artinya, belum perlu tindakan untuk anak-anak usia sekolah diliburkan," kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Jumat (9/8/2019).

Kabut asap yang melanda Riau, termasuk Pekanbaru, dibahas Presiden Joko Widodo dalam rapat kerja pada 7 Agustus lalu. Perintah presiden sangat tegas kepada kepala daerah, TNI, dan Polri bahwa pencegahan itu harus berkelanjutan. 

"Cuaca juga cukup ekstrem tahun ini. Sudah enam provinsi yang sudah dinyatakan darurat asap," ungkap Firdaus.

Enam provinsi ini yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Berarti, tiga provinsi di pulau Sumatera dan tiga provinsi di pulau Kalimantan.



BACA JUGA : Ketebalan Kabut Asap Berubah-Ubah, Wali Kota Minta Warga Pekanbaru Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

"Usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya satgas-satgas yang dari pusat maupun juga dari TNI dan Polri. Tapi, kami harapkan juga kesadaran masyarakat dan dunia usaha," sebut Firdaus.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan lebih mudah daripada melakukan tindakan setelah terjadi kebakaran, apalagi di lahan gambut. Sebagaimana instruksi presiden yaitu pencegahan, pencegahan, dan pencegahan. Pencegahan ini yang tidak boleh putus.

"Kita terlena selepas 2015. Di tahun itu, kita berperang dengan asap. Kota kita ini hilang di peta. Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ditutup dua bulan," ucap Firdaus.

Selama tiga tahun ke depan, Pekanbaru aman dari asap. Singapura dan Malaysia aman dari jerebu (kabut asap).



BACA JUGA : Kabut Asap, Disdik Pekanbaru Beri Wewenang ke PAUD dan TK untuk Pulangkan Anak Didik Lebih Awal

Laporan dari Menkopolhukam, jumlah titik kebakaran 2018 masih jauh dari 2015. Titik kebakaran di 2018 belum sampai 50 persen dari 2015. 

"Tetapi tahun ini bila dibandingkan dengan 2018, kenaikan titik kebakaran sangat besar. Ini yang ditegaskan presiden, mestinya turun. Jangan dibandingkan ke belakang. Bandingkan dengan tahun sebelumnya," tutur Firdaus.

Mestinya, tahun ini harus lebih baik dari tahun yang lalu. Dari 34 provinsi, 18 di antaranya rawan kebakaran hutan dan lahan. Dari 18 provinsi yang terjadi karhutla ini, enam provinsi menyatakan darurat asap. 

Makanya presiden menekankan bahwa semuanya harus siaga. Selepas rapat kerja kemarin, presiden mengatakan akan berkunjung ke Singapura dan Malaysia karena di sana sedang viral jerebu impor dari Indonesia

"Untuk menjaga hubungan bilateral Indonesia dan Singapura, presiden harus datang ke sana untuk bersilaturahmi dan mengungkapkan keprihatinan tentang kejadian ini," ungkap Firdaus.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)