//riau1.com/

#nasional

Warga Disini Miliki Daging Kurban Tapi Tak Sanggup Beli Beras

R1/azhar


Dampak gempa bumi di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten (Foto: Istimewa/Internet) Dampak gempa bumi di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten (Foto: Istimewa/Internet)

RIAU1.COM - Warga Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten yang terdampak tsunami pada Desember tahun lalu mengeluhkan tak memiliki beras ditengah melimpahnya pendistribusian daging kurban setelah hari raya Idul Adha 1440 H.



BACA JUGA : Menkopolhukam Wiranto Tegaskan Pemerintah Tidak Ada Menangkal Rizieq Pulang ke Indonesia


Dikutip dari republika.co.id, Senin, 12 Agustus 2019, banyaknya daging kurban saat Idul Adha justru memperlihatkan sisi lain dari kondisi hari raya di negeri ini.

"Malam kemarin banyak warga yang laporan ke saya kalau mereka punya daging tapi tidak punya beras untuk dimakan. Jadi kami sebenarnya butuh bantuan dalam bentuk apapun. Mau makanan, uang, sampai banyak juga anak-anak yang mengeluh nggak punya baju pramuka," sebut panitia penerima bantuan hewan kurban bagi warga terdampak bencana tsunami di Desa Citanggok, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Liliswati.

Saat ini di lokasi ada 248 Keluarga yang tercatat telah menempati hunian sementara (huntara) korban tsunami di Kecamatan Labuan. Namun, kondisi perekonomian warga di sana belum kunjung membaik pascabencana tsunami yang melanda daerahnya.


BACA JUGA : Tiga Orang Tewas, 303 Penumpang KM Santika yang Terbakar Berhasil Dievakuasi


Bahkan, gempa bermagnitudo 6,9 di Banten baru-baru ini semakin membuat kondisi warga sulit. Warga Labuan yang menurutnya sebagian besar menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan laut karena banyak berprofesi sebagai nelayan, merasa takut untuk pergi melaut lagi.

 


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)