//riau1.com/

#kriminal

Polisi Temukan Bukti Penyiraman Bensin ke Arah Polisi, Satu Mahasiswa Tersangka

R1/surya


Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Komplek Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019, berlangsung ricuh. Foto: Tempo.co. Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Komplek Pemkab Cianjur, Jawa Barat, Kamis 15 Agustus 2019, berlangsung ricuh. Foto: Tempo.co.

RIAU1.COM -Polisi menetapkan seorang bernama Ryan Suryana sebagai tersangka kasus polisi terbakar di Cianjur.

"Kami tetapkan RS sebagai tersangka. Yang bersangkutan diduga yang melempar cairan bahan bakar sesuai alat bukti dari penyidik," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dikutip dari Detik.com, Jumat (16/8/2019).

Insiden terbakarnya empat personel polisi bermula ketika para pengunjuk rasa melakukan demo di Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 15 Agustus 2019.



BACA JUGA : Berstatus Tersangka KPK, Imam Nahrawi Enggan Mundur dari Jabatan Menpora

Iklan Riau1

Mahasiswa dari berbagai organisasi itu membakar ban sambil meneriakkan yel-yel. Saat polisi hendak memadamkan api, tiba-tiba ada mahasiswa yang menyiramkan bensin ke arah api sehingga menyambar ke tubuh anggota polisi yang sedang memadamkan api.

Akibatnya, empat polisi terbakar. Saat ini mereka sedang menjalani perawatan. Keempat anggota itu adalah Ajun Inspektur Satu Erwin, Brigadir Dua Yudi Muslim, Brigadir Dua FA Simbolan, dan Brigadir Dua Anif.

Kepolisian Resor Cianjur pun telah menahan 30 orang peserta unjuk rasa tersebut.



BACA JUGA : Seorang Prajurit TNI Terluka Saat Bertikai dengan Kelompok Pemuda Desa Marindal Medan

"Satu sudah tersangka. Sisa 29 orangnya masih berstatus saksi," kata Dedi.

Dedi mengatakan, RS terancam dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun. Polri akan menerapkan Pasal 213 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kekerasan Terhadap Aparat Penegak Hukum kepada RS.

"Penjara selama-lamanya 8 tahun 6 bulan jika menyebabkan luka berat dan penjara selama-lamanya 12 tahun jika menyebabkan kematian," kata Dedi.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)
Loading...