//riau1.com/

#kriminal

Tak Ingin Cerai dari Istrinya jadi Alasan Pria Asal GAS Inhil ini Hina Bupati HM Wardan

R1/fahrin


Tersangka penghina Bupati Inhil, HM Wardan saat diekspos di Mapolres Inhil Tersangka penghina Bupati Inhil, HM Wardan saat diekspos di Mapolres Inhil

RIAU1.COM - Motif kasus penghinaan terhadap Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan di media sosial facebook oleh seorang pria berinisial SW akhirnya terungkap.

Kini, pria asal Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Inhil, Riau itu, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Inhil dan diancam maksimal 6 tahun penjara.

SW yang terlibat dalam perkara 'Pelacur Wardan' ini, dijerat penyidik dengan Undang-undang ITE, pasal 27 dan pasal 45 jo pasal 63 KUHPidana.



BACA JUGA : Suka Nonton Film Dewasa jadi Alasan 'Dilan' Bunuh Remaja 14 tahun di Kandis

Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Indra Lamhot Sihombing mengatakan, SW dijerat karena melakukan perbuatan penghinaan Bupati Inhil sekaligus pengancaman terhadap korban OS.

Belakangan diketahui, OS meruapakan istri tersangka. Jadi, kasus penghinaan terhadap Bupati Inhil yang dilakukan tersangka, diduga dilatarbelakangi permasalahan rumah tangga.

“Tersangka ini akan bercerai dengan istrinya yang berprosesi sebagai guru dan berstatus PNS. Tersangka tidak ingin bercerai, maka tersangka berbuat demikian,” jelas Kasat Reskrim di Mapolres Inhil, Selasa 30 Juli 2019.



BACA JUGA : Polisi Sebut Kerusuhan di Papua Diduga Dimanfaatkan Penumpang Gelap Berbendera Bintang Kejora

Indra menuturkan, maksud dari perbuatan tersangka, untuk meluapkan kekesalan hatinya atas gugatan cerai dari sang istri yang berstatus PNS, namun dengan melibatkan nama Bupati, HM Wardan.

“Kemauan tersangka agar istrinya dipecat setelah menggugat cerai dirinya. Sebenarnya memang tidak logis, tapi karena ini perbuatan pidana makanya jadi logis secara hukum,” tutur Indra.

Hingga saat ini, perkara tersebut telah masuk ke tahap penyidikan sebab dalam proses pemeriksaan sebelumnya pihak kepolisian telah menghadirkan beberapa saksi ahli, seperti ahli bahasa, ahli pidana dan ahli ITE.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)