//riau1.com/

#kriminal

Hasil Labfor Polri, Senjata Laras Panjang Milik Soenarko Masih Bisa Menembakkan Peluru

R1/surya


Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah menunjukkan senjata Laras panjang M-4 saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta. Foto: Antara. Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah menunjukkan senjata Laras panjang M-4 saat jumpa pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Mabes Polri menegaskan senjata api ilegal Laras panjang yang dimiliki mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko masih aktif. Senjata itu bisa membinasakan mahluk hidup.

"Senjata api laras panjang yang dikirim dari Aceh itu dapat berfungsi dengan baik dan dapat ditembakkan," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Kombes Pol Daddy Hartadi dikutip dari Antara, Selasa (11/6/2019).

Berdasarkan pemeriksaan senjata api yang jadi barang bukti, sudah dilakukan pemeriksaan di lab forensik. Kesimpulannya, merek dan logo telah dihapus tapi nomot seri masih ada yaitu SER 15584.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui senjata milik Soenarko merupakan senjata laras panjang yang menyerupai M4 Carbine buatan Amerika Serikat (AS). Polisi juga telah mengecek dan memutarkan video petugas Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mencoba menggunakan senjata tersebut. Hasilnya, senjata tersebut masih bisa menembakan peluru.

Selain memeriksa alat bukti berupa senjata, Polisi juga memeriksa magasin dan alat peredam (silencer) yang disita bersamaan dengan senjata tersebut. Magasin dan alat peredam tersebut memang cocok dengan senjata ilegal milik Soenarko.



BACA JUGA : Pengedar Narkoba di Pekanbaru Simpan Sabu dan Ribuan Ekstasi di Dalam Tanah

"Kesimpulannya dapat berfungsi dengan baik dan dapat ditembakkan. Senjata api ini senjata api aktif dan dapat membinasakan makhluk hidup," kata Daddy.

Ia juga membantah keterangan sejumlah pihak yang menyebut senjata itu adalah senjata tua dan tidak bisa ditembakkan. Senjata api tersebut adalah milik S yang dikirim dan berasal dari sitaan GAM di Aceh. Senjata api ini ada dalam penguasaannya tanpa hak sejak 1 September 2011 pada saat S pensiun dari anggota TNI.

Senjata api ilegal itu disimpan, dikuasai, disembunyikan, dan dititipkan ke tersangka HR yang merupakan warga sipil sekaligus sopir dan informan, dan juga pengawal tersangka S setelah tidak menjadi anggota TNI. Dalam penguasaannya, HR menyimpan senjata api ilegal tersebut di mobil milik S di Aceh.

"Kemudian pada sekitar April 2019 sebelum pencoblosan, senjata api itu diminta S untuk dikirimkan ke Jakarta," kata Daddy.



BACA JUGA : Seorang ABG di Riau Diperkosa Begal saat Berteduh, Motor Dirampas

Singkat cerita, Daddy melanjutkan, senjata api bersama surat security item itu terbang dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka SA kemudian menyerahkan senjata api dan surat security item ke Z.

"Saat itu juga oleh anggota Bais keduanya diamankan kemudian diserahkan ke POM TNI. Karena pelaku ada yang warga sipilnya, maka dikirimkan surat ke Polri untuk menindaklanjuti penyidikan," ujar Daddy.

Sebelumnya, Soenarko ditangkap dengan dugaan penyelundupan senjata secara ilegal. Dia kini ditahan di Rutan Militer Guntur, Jakarta Pusat.

Penyidik juga menangkap seorang anggota TNI, Praka BP. Ia ditahan di Rutan Militer Guntur.


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)