//riau1.com/

#kampar

Pesan Terakhir Syafri Kepada Kaponakannya Sebelum Gantung Diri " Suntuk Saja Tidak Kerja "

R1/antoni


Meki (33) kaponakan Syafri ( korban gantung diri) saat berbincang dengan keluarga lain (f: Toni) Meki (33) kaponakan Syafri ( korban gantung diri) saat berbincang dengan keluarga lain (f: Toni)

RIAU1.COM -Kampar- Dibalik ditemukannya Syafri pria usia 50 Tahun tergantung di dapur rumah kaponakanya di RT 02 RW 02 Dusun IV Tarab Mulia Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, pada Jumat (29/03/19) pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB.


BACA JUGA : Ajak Hidup Sehat, Babinsa Desa Mentulik Kampar Bangun MCK Gratis untuk Masyarakat


Berikut keterangan kaponakan korban bernama Meki (33) kepada riau1.com, sebenarnya Syafri menempati rumah itu baru tiga bulan. Dan Syafri pengangguran dimana dulunya korban pernah bekerja sama orang China.

Dijelaskan Meki lagi, dirinya terakhir kali komunikasi dengan pamannya ini kalau tidak salah pada hari Minggu kemarin. Dimana saat itu korban mengeluh dengan mengatakan "Suntuk Saja Tidak Kerja".


BACA JUGA : Mahasiswa Unri Ini Ajarkan Siswa SMP Di Kampar Buat Kursi Dan Pot Bunga Dari Sampah


Mendengar hal itu, Meki hanya suruh pamannya itu bersabar " Kalau untuk makan dan minum korban itu kami yang memberi dan tidak pernah kekurangan apapun," kata  Meki yang mengaku tinggal di  Perumahan Bumi Suka Ramai  Kecamatan Tampan Pekanbaru.

Dikatakan Meki lagi, memang semasa hidup Syafri memiliki penyakit sesak nafas. Namun Syafri juga tidak pernah mengeluhkan hal itu "  Saya juga tidak tahu apa motif sempat nekat begini pamannya ini  bunuh diri," ucap Meki.

Tapi apapun alasanya untuk hal ini sambungnya, dirinya menyerahkan sepenuhnya perkara ini kepada pihak kepolisian " Sudah ada polisi, kami serahkan kepada kepolisian untuk menanganinya," pungkas Meki.

R1/Toni


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)