//riau1.com/

#internasional

Video Seks Viral di Medsos, Haziq Abdullah Ditangkap di Bandara Kuala Lumpur

R1/hee


Haziq Abdullah. Haziq Abdullah.

RIAU1.COM - Videonya sempat viral di Medsos. Haziq Abdullah Abdul Aziz, yang mengklaim dia adalah salah satu dari dua orang yang ditampilkan dalam video seks viral, telah ditangkap.


The Star melaporkan dia ditangkap pada Jumat (14/6) di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sekitar pukul 17.30 sore.


Pengacaranya, Ramesh Sivakumar, membenarkan penangkapan itu.



BACA JUGA : Menghitung Kerusakan Parah Gempuran Jepang Ke Pearl Harbour 1941

Iklan Riau1
 
“Polisi memanggil saya mengatakan bahwa Haziq berada di KLIA, tetapi ketika saya tiba di sana sekitar jam 19.20, mereka mengatakan kepada saya bahwa Bukit Aman telah membawanya masuk,” katanya, seperti dilansir Antara. 


Ramesh sekarang sedang menunggu lebih banyak informasi dari polisi dan dirinya juga tidak yakin di mana Haziq dibawa.


Dia menambahkan bahwa dia tidak diberitahu mengapa Haziq dijemput.
Pada hari Rabu (12/6), Haziq memposting sebuah video di Facebook, mengakui bahwa ia adalah salah satu pria dalam video seks yang menjadi viral pada hari Selasa (11/6).


Dia mengaku bersama Menteri Ekonomi Datuk Seri Azmin Ali sebagai orang lain dalam video tersebut.


Azmin membantah bahwa dia adalah orang di klip video itu dan mengatakan bahwa ini adalah rencana untuk menghancurkan karier politiknya.
Klip video kedua, yang tampaknya menunjukkan pasangan yang sama dari video viral sebelumnya, muncul pada Rabu malam.



BACA JUGA : Ini Alasan Marmer Masjidil Haram Tetap Sejuk Walau Suhu Ekstrem Mencekam

 
Sementara itu Sekretaris Politik Menteri Ekonomi Muhammad Hilman Idham mengatakan pihaknya telah dilaporkan ke polisi oleh Haziq Abdullah Bin Abdul Aziz pada (13/6) yang menuduh dirinya melakukan ancaman saat pertemuan (11/6) jam 14.40 petang di Zest Coffee House, Marriot Hotel, Putrajaya, Malaysia. 


Karena itu dirinya telah membuat satu laporan polisi di Kantor Polisi Putrajaya Jumat (14/6) kira-kira jam 12.30 terkait laporan tersebut yang merupakan laporan palsu serta merupakan fitnah kriminal atas dirinya.

R1/Hee 


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)
Loading...