//riau1.com/

#hukum

Setelah 7 Tahun Tinggal di Rudenim dan Hotel di Bintan, Pencari Suaka Demo Ingin Bekerja dan Bebas Berkendaraan

R1/hee


Demo Imigran di Tanjungpinang, Bintan. Demo Imigran di Tanjungpinang, Bintan.

RIAU1.COM - Setelah tujuh tahun tinggal di Rudenim dan Hotel Badra di Tanjungpinang, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, ratusan imigran demo. 

Mereka ingin bebas bekerja dan boleh membawa kendaraan secara bebas. 

Sekitar 400 orang pencari suaka menggelar demonstrasi di Kantor Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin, 5 Agustus 2019. 



BACA JUGA : Gara-gara Blokir Internet di Papua, Empat Lembaga Gugat Jokowi dan Rudiantara

 

Para pencari suaka itu menuntut keadilan, dan diperlakukan sebagai manusia yang harus diselamatkan.

"Ini protes supaya diperlakukan sebagai seorang manusia. Kami menuntut keadilan," kata salah seorang Pencari suaka, Ali Rizal Nazario yang dapat menggunakan Bahasa Indonesia, seperti dilansir Antara. 

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB itu. Pengunjuk rasa berasal dari Sudan, Afganistan, Somalia dan Pakistan

Mereka menegaskan bahwa mereka bukan pelaku kriminal. Karena itu mereka mengharapkan mendapat kebebasan setelah 5-7 tahun tinggal di Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang dan Hotel Badra Bintan.

Mereka sangat menghormati peraturan Indonesia, dan menyukai warga Indonesia yang ramah. Namun selama ini kehidupan para pencari suaka tidak bebas.

"Kami tidak bisa bekerja, membawa kendaraan. Kami punya keahlian," kata Ali yang sudah 14 bulan tinggal di Hotel Badra Bintan.

Ali sebelumnya tinggal selama bertahun-tahun di Rudenim Balikpapan. "Banyak teman-teman mengalami depresi dan gangguan mental," ucapnya.



BACA JUGA : Ini Nama-nama Calon Pimpinan KPK yang Lolos Tes Profile Assesment

 

Kepala Kantor Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees Provinsi Kepulauan Riau (UNHCR Kepri) Frangky Lukitama tidak dapat memastikan kapan para pencari suaka itu diberangkatkan ke negara ketiga, Amerika, Australia ataupun Kanada.

"Saya tunggu tindak lanjut dari Polres Bintan," katanya.

R1/Hee 


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)