//riau1.com/

#gaya-hidup

Benarkah Sunat Saat Bayi Merupakan Waktu yang Tepat?

R1/uci


Ilustrasi: Internet Ilustrasi: Internet

RIAU1.COM - Sunat pada umumnya dilakukan karena alasan budaya dan agama. Terlepas dari itu semua, sunat juga baik bagi kesehatan, dan waktu terbaik untuk sunat ialah saat usia dini. 

Sunat atau khitan bagi Iaki-Iaki tidak ada usia tertentu yang dianggap optimal. Namun, pada umumnya orang tua seringkali membawa anaknya untuk dikhitan sejak dini. 

Prosedur sunat atau khitan saat bayi sama saja dengan anak usia sekolah, hanya saja penggunaan bius lebih sedikit. 

Tapi, ada sisi positif melakukan khitan saat anak masih bayi yakni proses penyembuhan yang bisa lebih cepat karena bayi belum terlalu banyak bergerak. 

Sebagian besar operasi sunat, memang bukan disebabkan oleh alasan medis, tapi Iatar belakang agama atau budaya. 

Terlepas dari agama dan budaya sunat juga dapat mengatasi beberapa masalah kesehatan, misalnya terjadi fimosis. Fimosis adalah kulup penis yang melekat kencang pada kepala penis sehingga tidak dapat ditarik ke belakang melewati kepala penis. 

Kondisi ini umum terjadi pada anak berusia dua hingga enam tahun. Seiring waktu, kulup penis seharusnya mulai terpisah dari kepala penis secara alami. Namun, bagi beberapa anak, kulup penis masih belum dapat ditarik ke belakang hingga usia 17 tahun. 

Fimosis itu biasanya berhubungan dengan peradangan pada kepala penis (balanitis) dan peradangan pada kulup dan kepala penis (balanopostitis) yang terjadi secara berulang. Fimosis masih dianggap wajar dan tidak menimbulkan masalah selama terjadi saat masih bayi dan balita. 

Selain itu khitanjuga dilakukan bila terjadi infeksi saluran kemih berulang serta paraphimosis, yakni keadaan saat penis yang tidak dikhitan (preputium) yang telah ditarik ke bagian belakang, tidak dapat dikembalikan pada posisi semula. 

Ada banyak manfaat khitan, di antaranya menurunkan risiko terjadinya infeksi pada saluran kemih, menjaga terjadinya balanitis dan balanopostitis. 

Dilansir Instagram @indozonehealth, 28 Juni 2019, sirkumsisi juga dapat mencegah terjadinya fimosis dan paraphimosis, yaitu ketika kulup tidak bisa ditarik kembali dan terjebak di sekitar ujung penis. 


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)
Loading...