//riau1.com/

#gaya-hidup

Mana Yang Lebih Utama? Puasa Qadha Atau Puasa Syawal, Berikut Penjelasannya

R1/puri


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Mendahulukan puasa sunnah syawal atau mengqadha (membayar hutang puasa) ramadhan sering kali menjadi pertanyaan bagi kaum muslimah.

Manakah dari keduanya yang harus didahukukan? Mengutip viva.co.id, Rabu (12/6/2019), berikut penjelasannya berdasarkan hadist Nabi tentang sunnah puasa syawal.

“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal, maka ia seperti berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim).



BACA JUGA : Ini Tanda-Tandanya Jika Tubuh Kekurangan Protein



Dari membaca hadist di atas bisa dipahami bahwa yang pertama, puasa enam hari di bulan Syawal merupakan puasa sunnah yang dikaitkan dengan puasa Ramadhan. Sesuai dengan tekstual hadist, “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan”

Kedua, puasa Syawal dilaksanakan ketika puasa Ramadhan telah dikerjakan dengan sempurna agar bernilai seperti berpuasa selama setahun.

Nah, bagi muslimah yang masih memiliki utang puasa Ramadhan artinya puasa Ramadhan belum sempurna. Maka lebih utama baginya untuk menyempurnakan puasa Ramadhan dengan puasa qadha baru kemudian baru menunaikan puasa Syawal.

Ini juga diperkuat dengan Fatwa Imam Ibnu Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa (19/20) yang menyatakan bahwa wanita yang masih memiliki utang puasa Ramadhan tidak boleh puasa Syawal kecuali setelah selesai puasa qadha, berdasarkan hadist di atas.

Sementara untuk puasa sunnah lain yang tidak terkait dengan puasa Ramadhan dibolehkan selama masa pelaksanaan puasa qadha Ramadhan masih panjang. Namun, jika masa pelaksanaan qadha terbatas atau tidak memungkinkan untuk melaksanakan puasa lain, maka menunaikan puasa Qadha lebih utama didahulukan.



BACA JUGA : Jangan Makan Semangka Sebelum Tidur, Ini Akibatnya



Kemudian yang ketiga, niat puasa Syawal dan puasa qadha tidak digabung. Karena berdasarkan hadist di atas tersirat bahwa puasa puasa syawal baru dilaksanakan setelah puasa Ramadhan ditunaikan secara sempurna (lengkap), bukan bersamaan.

Keempat, dalam fiqh prioritas juga ditekankan bahwa perkara wajib harus didahulukan dari pada perkara sunnah. Nah, dalam hal ini membayar hutang puasa Ramadhan (puasa qadha) merupakan perkara wajib. Sementara puasa enam hari di bulan Syawal merupakan perkara sunnah. Hal itu berarti bahwa puasa qadha lebih utama didahulukan dari pada puasa Syawal.

So, sekarang terjawab sudah bukan pertanyaan, “puasa Syawal atau puasa Qadha dulu?”


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)