//riau1.com/

#bisnis

BI Sebut Idul Adha dan Banyaknya Hewan Kurban Bantu Redakan Tekanan Inflasi

R1/hee


Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

RIAU1.COM - Bank Indonesia menyatakan Hari Raya Idul Adha dengan banyaknya hewan kurban ternyata membantu redakan tekanan inflasi. 

 Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menilai hari raya Idul Adha menekan laju inflasi Agustus 2019.

Pemberian daging kurban oleh umat Islam kepada masyarakat akan berimbas pada komponen volatile food, sehingga pengualaran masyarakat untuk membeli daging bisa dikurangi.



BACA JUGA : Qantas Airways Uji Coba Penerbangan 20 Jam Non Stop dari New York ke Sydney

 

"Kalau kita merefleksikan Indonesia keseluruhan seperti BI, artinya akan makin banyak orang berkurban, akan makin menambah suplai daging dan itu tentu suatu hal yang sangat berpengaruh pada komponen inflasi di sektor pangan," kata Destry di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Minggu (11/8/2019), seperti dilansir CNBC Indonesia. 
 

Artinya, daging kurban umat Islam yang didistribusikan ke market makin banyak, sehingga itu tentunya bisa mendorong penurunan harga daging juga, at least dari BI," ujarnya.


Menurut Destry, Hari Raya Idul Adha juga bisa menurunkan harga daging di pasar. "Mestinya dengan banyaknya kurban, di kalangan BI sendiri yang bekurban meningkat hampir 50 persen dari total tahun lalu.


Sebelumnya, BI mencatatkan inflasi pada minggu pertama Agustus 2019 sebesar 0,12% secara bulanan. Sedangkan secara tahunan, inflasi tercatat 3,44%.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan penyebab inflasi masih berasal dari cabai rawit yang menyumbang 0,05%, cabai merah 0,09%, perhiasan dan emas 0,04% hingga air minum 0,01%.
 

Strategi ini dilakukan melalui empat kebijakan utama (4K) terkait Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.



BACA JUGA : Harga Sawit Pekan Ini Naik, Segini Besarannya

 
Memang dari data BI, harga cabai sejak Mei sampai Agustus ini masih mengalami kenaikan dan menyebabkan inflasi.

Perry menyampaikan selain inflasi, pada komoditas bahan pangan. Ada deflasi pada angkutan udara 0,04$, bawang merah 0,08% dan tomat sayur 0,04%.

Adapun, tiga langkah strategis yang disepakati untuk menjaga inflasi 2019 tetap berada dalam kisaran sasarannya adalah menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, terutama ditopang pengendalian inflasi volatile food maksimal di kisaran 4-5%.

R1/Hee 


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)