//riau1.com/

#bisnis

Soal Masuknya Semen China, Jusuf Kalla: Bisa Membunuh Industri Dalam Negeri

R1/hee


Wakil Presiden Jusuf Kalla. Wakil Presiden Jusuf Kalla.

RIAU1.COM - Semen China masuk ke Indonesia. Hal ini bakal membunuh industri dalam negeri karena kalah bersaing.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan investasi dari luar negeri. Meski begitu, Indonesia tetap perlu berhati-hati.

JK mengingatkan bahwa industri dalam negeri akan turut berdampak dengan masuknya investasi dari luar negeri.



BACA JUGA : Harga Sawit Pekan Ini Naik, Segini Besarannya

 

Seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis, 8 Agustus 2019, Ia mencontohkan soal masuknya investasi dari prinsipal semen China, pemain lokal bila tak berubah maka akan kalah saing.

"Kita butuh investasi. Tapi kalau investasi dari luar, kita tidak hati hati, tidak berubah diri, investasi itu bisa membunuh industri dalam negeri juga," kata JK saat memberi kata sambutan di perayaan ulang tahun INDEF di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (7/8/2019) Malam. 

Misalnya di industri baja lokal yang menurut JK sudah tertinggal dengan China. Secara garis besar, JK juga menyoroti adanya inefisiensi pada proses kerja industri dalam negeri jika dibanding dengan proses produksi di China. 

Ia mencontohkan kasus industri semen lokal dan semen prinsipal produk China. Semen prinsipal China yang produknya dijual murah, sangat bersaing dengan semen lokal. 

"Semen (prinsipal produk China) masuk, dia bikin Rp30.000, kita Rp40.000, akhirnya terjadilah penurunan harga hingga oversupply. Maka pabrik semen sulit bersaing," kata JK. 

Selain itu, JK mencontohkan, industri China di negara asalnya juga sudah efisien.


"Sama juga dengan pabrik baja karena teknologi kita agak tertinggal. Sistem kita, di Krakatau Steel pegawainya 8.000 di pabrik yang sama di China tidak sampai 500 orang," ucapnya. 

Sementara untuk pabrik semen di Indonesia, katanya, rata-rata produksi 2-3 juta ton membutuhkan pegawai sebanyak 800 orang. 

"Di China pegawainya 60 orang. Maka terjadi inefisiensi," sambungnya. 



BACA JUGA : BI Belum Terima Pemberitahuan dari WhatsApp untuk Keluarkan Produk Sistem Pembayaran Elektronik

 

Menurut pengakuan beberapa pedagang dan data-data e-commerce, harga semen dari prinsipal semen China jauh lebih murah dari pemain lokal.

CNBC Indonesia pernah menelusuri keberadaan semen prinsipal produk China yang dijual pedagang toko bangunan hingga toko online pada bulan lalu.

R1/Hee 


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)