//riau1.com/

#bengkalis

3 Panel Terbakar, Bengkalis Defisit 7 MW, Pelanggan Harus Antre Dapat Daya

R1/elpi


Pihak PLN saat mendatangkan panel baru untuk menggantikan panel yang terbakar/elpi Pihak PLN saat mendatangkan panel baru untuk menggantikan panel yang terbakar/elpi

RIAU1.COM - BENGKALIS - Pemadaman total aliran listrik di Pulau Bengkalis yang terjadi sejak, Rabu (7/11/18) malam, disebabkan  tiga panel penghubung dari mesin-mesin pembangkit daya ke sistem jaringan rusak total akibat terbakar.

"Tentunya dengan kejadian ini, recovery kami adalah akan segera memperbaiki panel-panel yang terbakar itu,"ungkap Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Dumai Suharno ST kepada sejumlah wartawan di Pusat PLTD desa Pangkalan Batang, didampingi Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bengkalis, Hasdedy, Kamis 8 November 2018 sore kemarin.

Akibat kerusakan tersebut, kata Suharno, pada kondisi pagi beban puncak daya penggunaan listrik di Pulau Bengkalis mencapai 11 megawatt (MW).Sedangkan daya yang tersedia untuk disalurkan ke pelanggan hanya berkisar 4 MW. Artinya, daya mengalami defisit khusus untuk pagi harinya saja sudah mencapai 7 MW.

"Jadi ada 7 MW pelanggan padam, dan upaya kami adalah bagaimana segera bisa masuk ke sistem agar pemadaman dapat diminimalisir. Jumlah panel yang rusak sedang kami investigasi, karena apinya bisa menyebar, dan harus kita bersihkan dahulu, setelah kelihatan aman baru akan dilakukan ujicoba satu persatu,"ujar Suharno.

 

Baca Juga : PLN Terus Pulihkan Kelistrikan di Pulau Bengkalis

 

Diutarakannya, penyebab terbakarnya panel ini menurut Suharno, kejadian baru pertama kalinya terjadi ini, kemungkinan ada kebocoran dari salah satu panel yang didalamnya terdapat gas, kemudian menimbulkan percikan api dan lalu terbakar.

"Kami akan bekerja keras serta mengusahakan perbaikan panel ini. Untuk pelayanan pelanggan beberapa hari kedepan ini memang dapat dipastikan tidak normal,"ungkapnya lagi

Dia menegaskan, khusus untuk mesin dalam kondisi tidak ada masalah. Namun persoalannya adalah daya dari pembangkit listrik atau mesin tidak bisa didistribusikan ke pelanggan karena panel mengalami kerusakan akibat terbakar.

"Kita upayakan semaksimal mungkin agar pemadaman diminimalisir.
Bahwa alat baru juga sudah disiapkan, kami membawa alat dari Dumai, dalam proses perbaikan ini diperkirakan hingga tiga hari kedepan listrik ke pelanggan belum stabil, sebagian padam dan sebagian menyala,"ungkapnya lagi.

Sesuai dengan kemampuan daya hanya 4 MW, maka untuk pelanggan di Pulau Bengkalis akan digilir yang menyala. Saat ini beban puncak pada malam hari mencapai 17 MW, maka sebanyak 13 MW yang akan dipadamkan dan hanya daya 4 MW yang hidup.***

 

 


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)