//riau1.com/

#bengkalis

Mampu Terbang 1,5 Jam, Drone Karya Warga Desa Air Putih ini Pukau Komisi IV DPRD Bengkalis

R1/bar


Drone buatan Andi, warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Drone buatan Andi, warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis

RIAU1.COM - Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, memuji keberhasilan, Andi dalam menciptakan pesawat tanpa awak yang mampu terbang selama 1,5 jam.

Hebatnya, hasil karya warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis itu hanya bermodal ilmu secara otodidak melalui media sosial (medsos).

Selain mampu terbang selama 1,5 jam dan juga bisa terhubung langsung dengan satelit, pesawat tanpa awak ciptaan Andi itu juga mampu memotret dan merekam video dari ketinggian.



BACA JUGA : MUI Bengkalis Segera Gelar Musda IV Akhir Oktober 2019 Mendatang

Iklan Riau1

"Kami Komisi IV sangat mengapresiasi ide dan upaya inovatif dinda Andi ini. Secara swadaya telah menciptakan sejenis pesawat yang dapat mengudara selama 1,5 jam dan dapat memotret serta merekam dari ketinggian," ujar Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan.

Sofyan yang merupakan anggota DPRD Bengkalis dari Partai PDI-Perjuangan itu, juga bersama salah satu Anggota DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan yang mengaku sudah melihat langsung sistem kerja dari karya Andi tersebut dari dekat.

"Kemudian hebatnya, karya Andi ini juga dapat terkoneksi langsung dengan satelit, hasilnya juga sudah kami lihat dan cukup bagus. Ini salah satu langkah inovatif yang dilakukan oleh putra Bengkalis dan harus didukung," tuturnya.



BACA JUGA : Setelah PAN dan PDIP, Kini Kasmarni Mendaftar ke DPD Nasdem Bengkalis jadi Kandidat Pilkada 2020

Sofyan berharap, pemerintah daerah (Pemda) bisa mengalokasikan anggaran dan memperbanyak pesawat karya anak daerah ini, karena hasil karyanya itu juga telah memperoleh penghargaan dari daerah lain.

"Karya ini juga diharapkan bisa dimanfaatkan atau digunakan oleh perangkat daerah (PD) seperti BPBD untuk mendeteksi daerah rawan kebakaran lahan, bisa juga untuk mendeteksi daerah abrasi pantai atau untuk pemetaan wilayah," sebutnya.

"Karya ini sudah menggunakan teknologi kekinian dan bisa diproduksi, hanya tinggal dipatenkan saja biayanya berkisar Rp15 juta hingga 20 juta. Kami sangat kagum dengan hasil karya ini dan sebagai bentuk apresiasi nanti akan kami undang secara khusus untuk mempraktikkan agar bisa disaksikan bersama-sama," pungkasnya.


Informasi
Tlp +62 853 8222 8787
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)
Loading...