//riau1.com/

#advertorial

Kuansing Masih Miliki 118 Desa Tertinggal dan 75 Desa Sangat Tertinggal

R1/elpi


Plt. Kepala DSPMD Kuansing, Drs. Nafisman, M.Si Plt. Kepala DSPMD Kuansing, Drs. Nafisman, M.Si

RIAU1.COM - TELUK KUANTAN - Meskipun perkembangan pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini cukup pesat, namun berdasarkan IDM (Indeks Desa Membangun) Tahun 2016, masih banyak desa desa di Kuansing ini yang dikategorikan sebagai Desa Sangat Tertinggal dan Desa Tertinggal. 

Sementara Desa Berkembang masih sedikit jumlahnya, apalagi untuk Desa Maju dan Desa Mandiri belum ada satupun di Kuansing. Sebab, dari 218 Desa (Diluar 11 Kelurahan), diketahui bahwa Kuansing memiliki Desa Sangat Tertinggal sebanyak 75 Desa, dan Desa Tertinggal sebanyak 118 Desa. 

Sedangkan untuk Desa berkembang hanya sekitar 25 Desa, kemudian untuk Desa Maju dan belum Mandiri, belum ada satupun di Kuansing ini. " Ini berdasarkan data Tahun 2016," ungkap Plt. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Nafisman, M.Si kepada Riau1.Com di ruang kerjanya, Rabu (12/6/2019).

Namun, katanya, pada tahun 2017 telah terjadi peningkatan dari Desa Sangat Tertinggal, Tertinggal, Berkembang dan Maju. Untuk Desa Sangat Tertinggal sebanyak 34 Desa, Desa Tertinggal sebanyak 134 Desa, Desa Berkembang sebanyak 47 Desa, dan Desa Maju sebanyak 3 Desa.

Untuk tahun 2018 sedang dilakukan penilaian, untuk penilaiannya berdasarkan Daftar Isian yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Kementerian Pedesaan Daerah Tertinggal (PDT). " Kalau mengenai aturannya sudah lama, akan tetapi untuk pengukurannya setelah bergulirnya Dana Desa (DD) yang dimulai Tahun 2015. 

Menurutnya, IDM dipergunakan untuk acuan penggunaan Dana Desa, sedangkan besarannya sangat tergantung kepada : 

1. Jumlah Penduduk,

2. Luas Wilayah,

3. Indeks kesulitan geografis desa,

4. Jumlah Penduduk miskin

Sehingga Dana Desa Tahun 2015 dilakukan pengukurannya, setelah satu tahun bergulir Dana Desa atau pada Tahun 2016 lalu, dan begitu juga Dana Desa 2016, dilakukan pengukurannya tahun 2017, dan begitu seterusnya.

 " Kalau untuk tahun 2018 belum bisa diketahui, karena masih sedang dilakukan pengukuran pada Tahun 2019, yang diperkirakan baru akan diketahui sekitar bulan Juli atau Agustus mendatang," Tambahnya.

Ketika ditanyakan dari mana saja tim pengukuran tersebut, menurutnya berasal dari pihak pemerintahan desa yang didampingi oleh Pendamping Lokal Desa. Sedangkan item pengukurannya antara lain, Fasilitas (Sarana Prasarana) Perkantoran, Kesehatan, Pendidikan, Transportasi (Perhubungan), Teknologi, Ujarnya lagi.

" Harapan kita kedepannya, Desa Desa di Kuansing ini akan semakin maju, Desa yang dikategorikan sangat tertinggal akan semakin berkurang," Harapnya.

Dijelaskannya, untuk Desa Maju tersebut, arah kebutuhan dasar telah terpenuhi, seperti tingkat perekonomian masyarakat, Transportasi sudah lancar, pendidikan masyarakat baik SDM maupun sarana prasarana tersedia lengkap.

Hal ini disebabkan tingkat perkembangan desa maupun pelayanan dasar Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), dan Paud maupun TK (Pendidikan) sudah tersedia di setiap desa. " Pada Tahun 2021 mendatang, kita targetkan Kuansing memiliki Desa maju   menjadi 10 Desa, diharapkan Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Kuantan Hilir dan Benai memiliki satu desa maju," Tuturnya.

Namun 3 Desa Maju yang ada sekarang seperti Desa Sungai Sirih dan Sungai Bawang Kecamatan Singingi Hilir, dan Desa Sukaraja Kecamatan Logas Tanah Darat sedang berjuang menjadi Desa Mandiri," Katanya lagi.

" Untuk menjadi Desa Mandiri itu harus dilihat dari segi pendapatan masyarakat, kontribusi masyarakat, akses keuangan desa, dan yang paling penting sekali Desa tersebut tidak lagi mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi," ujarnya lagi.

Akan tetapi kalau prestasi maupun hasil hasil yang diraihnya, Desa itu sudah barang tentu dapat menerima bantuan yang diberikan oleh pihak pemerintah, karena ini merupakan sebagai penghargaan yang telah diraihnya.

Oleh karena itu, diminta kepada Pemerintahan Desa dan Pendamping Desa, baik dalam pemberian data maupun dalam pengisian data jangan asal asalan. Sehingga apa yang ada di suatu desa, harus sesuai dengan yang sebenarnya. Sebab kedepannya, dalam penggunaan Dana Desa, juga sangat tergantung dari pada laporan yang diberikan tersebut.

" Sebab, Desa Tertinggal akan sangat berbeda dalam penggunaan Dana Desa dengan Desa Sangat Tertinggal, maupun dengan Desa Berkembang maupun Desa Maju," pungkasnya. ***

Adv/Kuansing/Zar


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)