//riau1.com/

#advertorial

Mayoritas Masyarakat Petani, Desa Gogok Darussalam Bangun 120 Sumur Bor

R1/puri


Desa Gogok Darussalam Desa Gogok Darussalam

RIAU1.COM - Desa Gogok Darusalam, yang terletak di Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, terkenal dengan mayoritas masyarakatnya yang berpenghasilan sebagai petani, untuk memudahkan irigasi bagi para petani, sebanyak 120 sumur bor sudah di bangun desa tersebut. 

Kepala Desa Gogok Darusalam Sugianto melalui Kaur Pembangunan, Dedy Ismanto mengatakan, pembangunan sumur bor di Desa Gogok Darusalam merupakan permintaan dan aspirasi dari masyarakat yang memang didominasi oleh petani. Hal ini mengingat, setiap musim kemarau seperti beberapa waktu lalu para petani kerap mengeluh kesulitan air. 

"Karena mayoritas masyarakat kita petani, saat musim kemarau jika tidak ada sumur bor memang masyarakat mengeluh sekali, tapi alhamdulillah sampai saat ini, kuota untuk sumur bor di Desa Gogok sudah tercukupi, masyarakat pun sudah tidak merasakan kesulitan air sekalipun dimusim kemarau" ujar Dedy, Kamis (4/4/2019). 



BACA JUGA : KIM Kepulauan Meranti, Diharapkan Lahirkan Masyarakat Cerdas Informasi

Menurut pemaparan Dedy, hingga saat ini, sekitar 120 sumur bor sudah dibangun di Desa Gogok demi terpenuhinya pasokan air bagi para petani. 

"Sampai saat ini sudah ada 120 sumur bor. Baik yang bersumber dari dana desa, bantuan pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, maupun dari pribadi masyarakat" ungkapnya. 

Sementara itu, Kasi Keuangan Desa Gogok Darusalam, Amiruddin menuturkan, ditahun 2018 lalu, Pemerintah Desa Gogok membangun 3 sumur bor dan sejumlah ruas jalan melalui dana desa. 

"Untuk tahun 2018 kemarin, ada 3 sumur bor yang didanai dengan dana desa. Tentu saja ini hasil keputusan masyarakat bersama setelah kita adakan musrenbang tingkat dusun dan tingkat desa" terang Amiruddin. 



BACA JUGA : Pekanbaru Bersiap Menuju Kota Metropolitan dan Ibu Kota Pulau Sumatera di Usia 235 Tahun

Adapun untuk penempatan pembangunan sumur bor, Amiruddin mengungkapkan, terletak di dusun 1, dusun 2 dan dusun 3 yang memang masih membutuhkan bantuan sumur bor. 

Tak hanya sumur bor, sejumlah ruas jalan di wilayah pertanian juga dibangun dengan dana Desa. Ia mengatakan pembangunan ini dimaksudkan untuk memberi kelancaran dan kemudahan akses bagi petani yang ingin berkebun. 

"Kita juga membangun sejumlah ruas jalan dari dana desa, namanya jalan Idam Yusuf sepanjang 250 meter. Karena petani juga butuh akses jalan untuk berkebun dan membawa hasil panen. " ungkap Amiruddin. 

Diketahui, dari 1.438 jumlah penduduk Desa Gogok, 90 persen diantaranya adalah petani. Dengan kondisi tanah yang subur, potensi pertanian di desa ini adalah tanaman palawija seperti umbi-umbian, jagung dan sayur-sayuran. 

Amiruddin juga mengatakan, potensi umbi-umbian dari petani gogok bisa mencapai 20 ton pertahun. Bahkan hampir 50 persen sayur-sayuran yang dijual pasar Selatpanjang dibawa oleh petani gogok. 

"Kalau umbi-umbian, dalam satu tahun bisa mencapai 20 ton, kalau untuk sayur-sayuran kami belum bisa kalkulasikan. Tapi hampir 50 persen sayur-sayuran yang dijual di pasar Selatpanjang merupakan hasil pertanian para petani desa gogok" ungkapnya. 

(Adv/R1-Puri)


Informasi
Tlp +62 853 2000 4928
Email : info@riau1.com
(Sertakan data diri)